Menhan Ryamizard: Lawan Terorisme dengan Bela Negara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersama-sama melawan terorisme melalui konsep bela negara. Menurut dia, jika warga negara mendalami konsep bela negara, rakyat dapat menjadi sistem pertahanan negara yang kuat.

    "Kemhan menyusun desain strategi pertahanan semesta. Konsep ini direvitalisasi dan diaktualisasi untuk pembangunan kesadaran bela negara sehingga rakyat menjadi bagian dari pertahanan," katanya saat menghadiri apel Kebhinekaan Lintas Iman di Lapangan Banteng hari ini, Ahad, 17 Januari 2016.

    Menurut dia, terorisme sudah menjadi ancaman nyata bagi bangsa Indonesia. Kekerasan dengan dalil agama sudah di depan mata dan mau tidak mau harus dilawan bersama. Ryamizard mengatakan terorisme bertujuan untuk membuat rakyat takut. "Tapi kita tidak perlu takut, kebersamaan 250 juta rakyat adalah kekuatan yang dahsyat," katanya.

    Ryamizard mengatakan perang yang dihadapi bangsa Indonesia ke depan bukan perang alat utama sistem pertahanan, melainkan peran otak. "Tujuan mereka untuk membelokkan ideologi bangsa dan negara. Perang ini murah, melalui media dan masyarakat dipengaruhi dengan sebuah paham. Maka pemahaman dan wawasan kebangsaan sangat mutlak," katanya.

    Organisasi keagamaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, Persatuan Hindu Dharma Indonesia, Wali Umat Buddha Indonesia, dan Majelis Tinggi Masyarakat Konghucu Indonesia siang ini melakukan apel kebhinekaan untuk menyatakan terhadap radikalisme, terorisme, dan narkoba di Lapangan Banteng. Apel dihadiri 15 ribu warga dari seluruh ormas keagamaan. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi juga menghadiri acara itu.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.