NU, KWI, dan PGI Serukan Perang terhadap Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan saat deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Lukman mengatakan, Kementerian Agama dituntut menjalankan Gerakan Revolusi Mental yang berbasis nilai-nilai luhur beragama. Lukman setuju dunia pendidikan menjadi kunci mewujudkan Gerakan Revolusi Mental. ANTARA/M Agung Rajasa

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memberi sambutan saat deklarasi Revolusi Mental Dimulai dari Pendidikan di Lapangan Hall Basket, Senayan, Jakarta, 15 Desember 2015. Lukman mengatakan, Kementerian Agama dituntut menjalankan Gerakan Revolusi Mental yang berbasis nilai-nilai luhur beragama. Lukman setuju dunia pendidikan menjadi kunci mewujudkan Gerakan Revolusi Mental. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama, Konferensi Wali Gereja Indonesia, Persatuan Gereja-gereja Indonesia, Persatuan Hindu Darma Indonesia, Wali Umat Budha Indonesia, dan Majelis Tinggi Masyarakat Konghucu Indonesia siang ini melakukan apel kebinekaan untuk menyatakan perang terhadap radikalisme, terorisme, dan narkoba.

    Forum lintas agama ini menyerukan lima ikrar yang dibacakan masing-masing ketua umum organisasi. "Kami, forum lintas bela negara, berikrar menyatakan segala bentuk radikalisme, terorisme, dan narkoba harus segera dihapuskan dari Tanah Air karena bertentangan dengan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan," kata Ketua Umum PGI Pendeta Dr Henriette T. Hutabarat di Lapangan Banteng, Ahad, 17 Januari 2016.

    Forum tersebut juga berkomitmen memperkuat semangat keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Selain itu, mereka meminta seluruh masyarakat memperkuat jalinan lintas iman dalam membangun dunia yang lebih beradab serta meminta pemerintah memperkuat deradikalisasi dan membumihanguskan jaringan narkoba.

    Seruan ini disampaikan secara bergantian oleh ketua ormas keagamaan. Dalam forum apel kebinekaan ini, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi tampak hadir. Politikus dan selebritas juga menghadiri acara ini, yaitu Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto; anggota Komisi VIII dari Partai Kebangkitan Bangsa, Maman Imanulhaq; dan musikus Ahmad Dhani.

    Apel kebinekaan diikuti 15 ribu warga yang berasal dari belasan organisasi masyarakat dari enam agama dan kepercayaan. Sebelum acara dimulai, Menteri Ryamizard Ryacudu sempat memimpin upacara.

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.