Dampak Bom Sarinah, Car Free Day Surabaya Ditiadakan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    Taman Bungkul, Surabaya, yang mendapat penghargaan sebagai Taman Terbaik se Asia dari PBB. (5/12). Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan tersebut di Fukuoka, Jepang, pada 26 November 2013. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Taman Bungkul, Surabaya, tetap ramai meskipun acara rutin setiap Ahad, yakni car free day (CFD), ditiadakan sementara waktu, Minggu, 17 Januari 2016. CFD ditiadakan berdasarkan imbauan dari Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya pascateror bom di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.

    Warga Surabaya yang biasa berolahraga pagi, tampaknya tidak terpengaruh dengan peniadaan CFD. Mereka tampak masih berbondong-bondong berolahraga, bersepeda, dan aktivitas lari di sekitar taman ikon Surabaya itu. Namun ternyata masih ada beberapa warga Kota Surabaya yang belum mengetahui peniadaan CFD di Jalan Raya Darmo itu.

    Sejumlah warga bertanya kepada pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan beberapa petugas yang ada di lapangan. “Warga yang bersepeda rata-rata tanya kenapa tidak ditutup seperti biasanya,” kata seorang petugas Satpol PP Kota Surabaya, Hadi Alfakih, ditemui Tempo di lokasi, Minggu, 17 Januari 2016.

    Bahkan, ujar Hadi, ada warga yang bersepeda masih mengambil jalur mobil di sepanjang jalan Darmo, sehingga petugas menegurnya untuk mengambil lajur sepeda. Petugas kemudian memberi tahu bahwa CFD yang biasa berlaku pada Ahad ditiadakan sementara.

    Salah satu yang kecele adalah Satrio, warga Waru Sidoarjo, yang bersepeda dari rumahnya. Dia mengaku tidak tahu bahwa CFD Surabaya pada Ahad ini ditiadakan. Itu sebabnya, dia tetap mengayuh sepedanya menuju Taman Bungkul. “Saya baru tahu di Taman Bungkul ini bahwa CFD ditiadakan sementara,” katanya.

    Beda halnya dengan Eko Purnomo, dia mengaku sudah mengetahui CFD ditiadakan sementara dari media. Eko juga mengapresiasi Pemerintah Kota Surabaya yang berinisiatif untuk meniadakan CFD pasca-teror bom Sarinah, Jakarta. “Saya kira ini bagus untuk antisipasinya,” katanya di Taman Bungkul.

    Eko mengaku masih tetap ke Taman Bungkul karena ingin kumpul bersama teman-teman sekolah menengah pertamanya. Eko tak sendiri. Ia membawa anak dan istrinya. “Kami rutin tiap minggu ke sini, ada atau tidak ada CFD,” ujarnya.

    Agus Purnomo, Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Badan Kesatuan, Bangsa, dan Politik  Linmas Kota Surabaya, mengatakan peniadaan CFD ini atas pertimbangkan situasi dan kondisi keamanan pascainsiden bom Sarinah, Jakarta. Peniadaan car free day itu juga berlaku di lokasi lain di Surabaya, yakni di Jalan Tunjungan serta di Jalan Kertajaya.

    MOHAMMAD SYARRAFAH

    Video Terkait: 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.