Terduga Teroris Thamrin Ini Tahun Lalu Batalkan Pernikahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga  mendatangi lokasi bom Sarinah, jalan MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. TEMPO/Maya Ayu

    Warga mendatangi lokasi bom Sarinah, jalan MH Thamrin, Jakarta, 16 Januari 2016. TEMPO/Maya Ayu

    TEMPO.CO, Tegal - Salah satu terduga pelaku bom Thamrin, Dian Juni Kurniadi, 25 tahun, pernah membatalkan pernikahannya secara sepihak. Padahal semua persiapan sudah dilakukan, termasuk soal administrasi pernikahan di kantor urusan agama (KUA) setempat. "Dian membatalkan pernikahan lewat telepon. Kami keluarga di sini bingung," kata paman Dian, Kustono, 50 tahun, Sabtu, 16 Januari 2016.

    Dian rencananya akan mempersunting gadis asal Tegal seusai Lebaran 2015. Orang tua Dian terpaksa harus menanggung malu kepada calon besan karena rencana itu dibatalkan sepihak. "Kami juga tidak tahu alasannya apa," ucapnya.

    Menurut Kustono, Dian terakhir kali pulang ke Tegal sekitar sebulan lalu. "Mungkin itu komunikasi terakhir Dian dengan keluarga, karena memang jarang telepon," ujarnya. Dalam kesehariannya, Dian memang jarang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan warga sekitar. Setiap kali pulang ke kampung halamannya, Dian lebih sering di rumah atau pergi ke luar bersama temannya.

    Pihak keluarga tidak pernah menyangka Dian menjadi salah satu terduga pelaku aksi pengeboman itu. Selama ini, tutur dia, keluarga hanya tahu Dian bekerja di Kalimantan "Kami tidak tahu kalau dia di Jakarta. Yang kami tahu, dia di Kalimantan," ucapnya.

    Firdaus, 40 tahun, paman Dian lain, mengatakan Dian merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Lulus dari salah satu sekolah menengah kejuruan favorit di Tegal, Dian pergi ke Kalimantan untuk bekerja. Di sana, dia bekerja sebagai mekanik di perusahaan peternakan ayam di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.