Waduk Koto Panjang Meluap, 16 Desa Terendam Banjir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Permukiman yang tergenang banjir akibat luapan Sungai Siak di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Minggu (13/12). Banjir telah menggenangi sedikitnya 1.630 rumah di lima kecamatan di Pekanbaru. ANTARA/FB Anggoro

    Permukiman yang tergenang banjir akibat luapan Sungai Siak di Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Riau, Minggu (13/12). Banjir telah menggenangi sedikitnya 1.630 rumah di lima kecamatan di Pekanbaru. ANTARA/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Pekanbaru – Aliran waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang, Kampar, kembali meluap. Akibatnya 3.273 kepala keluarga di lima kecamatan terendam banjir.

    “Ketinggian air rata-rata 50-80 sentimeter di perumahan warga,” Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kampar Muhammad Nasir kepada Tempo, Sabtu malam, 16 Januari 2016.

    Nasir menyebutkan, aliran waduk Koto Panjang meluap lantaran dibukanya pintu air PLTA menyusul tingginya intensitas hujan di bagian hulu Sumatera Barat. Pintu air terpaksa dibuka untuk mengurangi tekanan air yang begitu deras agar tanggul pembangkit listrik tidak jebol. Walhasil, banjir merendam ratusan rumah di 16 desa yang berada di sekitar daerah aliran sungai.

    “Air sudah mulai meluap sejak Jumat kemarin,” ujarnya.

    Nasir mengaku, sejauh ini pihaknya dibantu TNI dan kepolisian telah melakukan evakuasi terhadap warga yang terjebak banjir. “Kami sudah siapkan tenda pengungsian dan dapur umum untuk masyarakat,” katanya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.