Operasi Pengejaran Teroris di Poso hingga Februari 2016

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terbaru terkait aksi teror di Jl. MH Thamrin di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, 16 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti memberikan keterangan pers mengenai perkembangan terbaru terkait aksi teror di Jl. MH Thamrin di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, 16 Januari 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti mengatakan kepolisian akan terus menggelar operasi teroris di Poso Sulawesi Tengah. Menurut Badrodin, operasi itu bernama Tinumbala. "Operasi itu akan berlangsung dari Januari hingga Februari 2016," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu, 16 Januari 2016.

    Badrodin berujar, setelah kemarin terjadi kontak tembak antara kepolisian dan teroris yang menyebabkan satu anggota teroris jaringan Santoso meninggal, pihaknya akan terus lakukan pengejaran. "Korban tewas tidak membawa identitas karena mereka memang tidak membawa. Perlu waktu untuk identifikasi," ujarnya.

    Badrodin belum bisa memastikan apakah ada keterkaitan antara aksi teror bom di kawasan Sarinah dengan teror bom di Poso. Namun, menurut dia, semua pelaku teror tersebut merupakan pendukung ISIS. "Semuanya itu adalah pendukung ISIS. Bisa saja secara organisasi atau perorangan," katanya.

    Setelah peristiwa teror di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, terjadi, polisi menggelar operasi perburuan teroris besar-besaran di sejumlah kota. Salah satunya di Poso.

    Baku tembak antara polisi dan kelompok teroris di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terjadi di Pegunungan Tinobe, Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Jumat, 15 Januari 2016. Kontak senjata itu menyebabkan seorang terduga teroris tewas di lokasi kejadian.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.