Warga Boyolali Temukan Harta Karun Raja Singa Hindia 509

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uang kuno yang dijual di salah satu stand pada Festival Bandoeng Baheula di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (6/4). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Uang kuno yang dijual di salah satu stand pada Festival Bandoeng Baheula di Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (6/4). TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Boyolali – Belum genap sepekan menemukan arca mirip Dewa Siwa di sawah tempatnya membuat batu bata, Supardianto kembali menemukan sebuah benda kuno berupa kendi.

    Warga Desa Teras, Boyolali, Jawa Tengah, ini mengatakan menemukan kendi kuno saat menggali tanah untuk bahan membuat batu bata, Sabtu, pekan lalu. ”Kendi hitam bentuk dan ukurannya mirip kendi biasa, retak saat terkena linggis dan pecah ketika diangkat dari lubang tanah,” ujar pria 38 tahun itu, kemarin.

    Karena menganggap nilai sejarah kendi itu tidak sebanding dengan arca yang ia temukan pada Senin, pekan lalu, Supardianto tidak mencegah ketika sejumlah orang membawa pulang serpihan-serpihannya.

    Selain menemukan kendi kuno, Supardianto menemukan enam batu seperti yang biasa digunakan untuk dudukan arca, juga koin kuno di dekat lokasi penemuan arca. “Pada permukaan koin seukuran uang pecahan Rp 100 itu tertulis Raja Singa Hindia 509,” kata perajin batu bata itu.

    Menurut juru pelihara Rumah Arca Sonokridanggo, Boyolali, Giyanto, Desa Teras merupakan satu dari lima kecamatan di Boyolali yang paling banyak menyumbang koleksi arca. “Selain Teras, ada Kecamatan Sawit, Mojosongo, Banyudono, dan Boyolali Kota,” katanya.

    Lantaran Rumah Arca yang dikelola Badan Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah sudah kelebihan muatan, Giyanto menyarankan Supardianto dan warga lain untuk sementara mengamankan benda-benda kuno hasil temuan mereka. “Disimpan saja dulu. Dirawat dengan baik. Rumah Arca sudah hampir penuh,” katanya.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.