Dua Penambang Emas di Sukabumi Akhirnya Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. thepoliticalcarnival.net

    Ilustrasi. thepoliticalcarnival.net

    TEMPO.CO, SUKABUMI - Petugas gabungan TNI, Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI) dibantu warga Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, berhasil mengevakuasi dua jenazah penambang emas yang tertimbun longsor, Sabtu 16 Januari 2016.

    Dua jasad penambang korban longsor di Blok 94 Kebonpinus, Kampung Pasirpiring, Desa Waluranmandiri, Kecamatan Waluran tersebut dikenali sebagai Epul (27) warga Kampung Cijeruk, Desa Waluranmandiri dan Abo alias Jumhur warga Kampung Cibenda, Desa Cibenda, Kecamatan Ciemas.

    "Petugas cukup kesulitan mengevakuasi jasad penambang emas tersebut, tapi berkat kerja sama dan gotong royong seluruh pihak dua jasad korban berhasil dievakuasi dari lubang penggalian, namun dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 17.00 WIB," kata anggota Korps Sukarelawan PMI Kabupaten Sukabumi, Endang.

    Menurutnya, dari informasi korban selamat yakni Risman, warga warga Desa Cimanggu, Kecamatan Kalibunder, dalam lubang galian tambang emas itu ada tiga orang rekannya yang tertimbun, namun hingga kini masih dalam penyelidikan dan pencarian.

    Untuk sementara pencarian dihentikan karena hari sudah sore dan lokasi tambang gelap, selain itu petugas juga sudah memasang garis polisi agar tidak ada warga yang masuk ke lokasi tambang.

    "Kami masih terus berkoordinasi dengan para petugas dan untuk korban selamat. Kami berikan bantuan darurat untuk meringankan penderitaannya," kata Endang.

    Sementara itu, Camat Waluran Zatmika mengatakan akibat terjadi bencana ini maka seluruh aktivitas tambang dihentikan.

    "Kami sudah membuat surat agar tidak ada lagi aktivitas tambang dan kami pun tidak segan memberikan sanksi kepada siapapun yang nekat melakukan aktivitas tambang," katanya.


    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.