Bom Thamrin, Dian Dikenal Pendiam dan Tertutup di Kampungnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ledakan bom dan penembakan di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ledakan bom dan penembakan di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Tegal - Dian Juni Kurniadi, 25 tahun, salah satu terduga pelaku pengeboman di Sarinah, Jakarta, pada Kamis, 14 Januari 2015, dikenal pendiam dan tertutup. Pihak keluarga mengaku kaget karena Dian menjadi salah satu terduga teroris yang tewas di Jakarta. "Kami juga baru tahu tadi malam," kata salah satu paman Dian, Kusnoto, 50 tahun, Sabtu, 16 Januari 2016.

    Pihak keluarga tidak pernah menyangka bahwa Dian menjadi salah satu terduga pelaku dalam aksi pengeboman itu. Selama ini, kata Kusnoto, keluarga hanya tahu Dian bekerja di Kalimantan. "Kami tidak tahu kalau dia di Jakarta. Kami tahunya dia di Kalimantan," ujarnya.

    Menurut Kusnoto, Dian jarang berkomunikasi dan bersosialisasi dengan warga sekitar. Setiap kali pulang kampung, Dian lebih sering di rumah, atau pergi ke luar bersama temannya. Saat disinggung apakah dian pernah mengikuti organisasi tertentu, Kusnoto mengaku tidak mengetahuinya.

    Paman Dian lainnya, Firdaus, 40 tahun, menuturkan, keponakannya merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Lulus dari salah satu sekolah menengah kejuruan favorit di Tegal, Dian pergi ke Kalimantan untuk bekerja di sana. Di sana dia bekerja sebagai mekanik di perusahaan peternakan ayam di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

    Dian merupakan anak dari pasangan Sutopo, 60 tahun, dan Rodiyah, 50 tahun, warga Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kedua orang tuanya tinggal di RT 027  RW 007, Desa Pegirigan, Kecamatan Talang, Tegal.

    Kedua orang tua Dian pada Jumat malam, 15 Januari 2016, sekitar pukul 20.00 WIB, dijemput polisi untuk dibawa ke Mabes Polri. "Dijemput pakai dua mobil. Sama adiknya Dian, Riski," kata Kusnoto.

    Menurut Kusnoto, orang tua Dian dibawa ke Jakarta untuk melakukan tes DNA. Hal itu untuk memastikan apakah salah satu terduga pelaku dalam tragedi bom Sarinah adalah anggota keluarganya.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.