BOM THAMRIN, Kontrakan Afif Digeledah, Ini yang Ditemukan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wajah pelaku yang melakukan aksi teror di dekat pos polisi dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah warga dan aparat kepolisian di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. (Veri Sanovri/Xinhua via AP)

    Wajah pelaku yang melakukan aksi teror di dekat pos polisi dengan melepaskan sejumlah tembakan ke arah warga dan aparat kepolisian di kawasan Sarinah, Jakarta, 14 Januari 2016. (Veri Sanovri/Xinhua via AP)

    TEMPO.COBogor - Polisi menggeledah rumah kontrakan Sunakim bin Jenal alias Afif di Kampung Aukamanah Gang Mesjid RT 4 RW 2 Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Sabtu, 16 Januari 2016. Dari tempat itu, disita sejumlah barang bukti. "Di antaranya buku-buku agama dan stiker tentang jihad," kata Kepala Kepolisian Resor Bogor Ajun Komisaris Besar Suyuso Ario Seto. 

    Menurut Suyoso, tidak ada senjata atau bahan peledak di rumah kontrakan itu. "Kami menemukan kartu identitas berupa KTP, buku nikah atas nama bersangkutan. Jadi 90 persen penghuni kontrakan ini merupakan pria yang tewas dalam penyerangan dan pengeboman di Sarinah," ucapnya.

    Waroh, ketua RT setempat, mengatakan Afif dan keluarganya belum genap sepekan tinggal di rumah kontrakan itu. "Paling baru tiga hari," katanya. Di sana Afif tinggal bersama istrinya, Ita Yuniar, dan satu anak yang masih berusia 7 tahun. Selain itu, ada satu perempuan bercadar yang disebut sebagai adik Afif. 

    Menurut Waroh, setelah terjadi teror bom di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, gambar pelaku kerap ditayangkan di televisi. "Saya curiga karena pelaku sangat mirip dengan foto surat nikah orang yang baru ngontrak itu," tuturnya.

    Karena penasaran, Waroh mencocokkan foto Afif di buku nikah dengan foto pelaku teror yang ditayangkan televisi. "Bukan hanya foto yang mirip, identitas nama yang dipublikasikan di berita dengan fotokopi surat nikah pun sama," katanya.

    Waroh menceritakan, pada 12 Januari 2016, atau dua hari sebelum insiden bom di Jalan M.H. Thamrin itu, datang seorang pria berjenggot untuk mengontrak rumah. Orang tersebut memberikan uang Rp 600 ribu. 

    Satu hari kemudian, yang datang untuk tinggal di rumah kontrakan tersebut adalah Afif dan keluarganya. "Ada tujuh orang yang mengantar pindahan dan membawa barang-barang, tapi yang tinggal hanya tiga orang," ujarnya.

    Kepala Desa Tamansari Suteja mengatakan, kepada pemilik kontrakan, Ita Yuniar mengaku bekerja sebagai guru. "Selama dua hari masuk di kontrakan itu, ketiga penghuni tidak pernah keluar dari rumah dan dua wanita dewasa yang ngontrak di sini menggunakan cadar," katanya.

    Satu hari setelah bom di Jalan M.H. Thamrin meletus, seorang pria berjenggot datang lagi ke rumah kontrakan itu. Dia menjemput Ita Yuniar. "Datang sekitar pukul 05.00, lalu pergi bersama Ita Yuniar membawa satu kantong plastik hitam," ujarnya.

    Sekitar pukul 09.00, pria berjenggot tersebut dan Ita kembali ke kontrakan. Mereka hanya sebentar kemudian pergi lagi bersama anak dan adik perempuannya. "Mereka pergi tanpa pamit. Sebagian barang-barang ditinggal," katanya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga