Kronologi Teroris Kelompok Santoso Tewas di Poso  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    Sejumlah personil Brimob berpatroli rutin di Dusun Gantinadi, Desa Tangkura, Poso Pesisir, Poso, Sulteng, 14 Maret 2015. Kapolda Sulteng, Brigjen Idham Azis, mengatakan sepanjang Januari-Maret 2015, sebanyak 12 warga Poso ditangkap terkait kelompok jaringan teroris pimpinan Santoso. ANTARA/Zainuddin MN

    TEMPO.COPoso – Personel gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia, tim 2 TNI Hambus Paniki 433, dan tim Carli 5 Brimob terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata pimpinan Santoso Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah, Jumat pagi, 15 Januari 2016.

    Dalam peristiwa di wilayah Pegunungan Tineba, Desa Taunca, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, itu, seseorang dari kelompok Santoso tewas. Sedangkan anggota teroris lainnya melarikan diri ke dalam hutan dan masih dalam pengejaran.

    “Ya, kejadiannya kemarin,” kata Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Idham Aziz saat dihubungi Tempo, Sabtu, 16 Januari 2016.

    Idham mengatakan satu orang bersenjata yang tewas tersebut tergabung dalam kelompok yang masuk daftar pencarian orang yang diduga kuat adalah kelompok teroris di bawah kendali Santoso Abu Wardah, pemimpin Mujahidin Indonesia Timur yang selama ini menjadi incaran aparat keamanan di Indonesia. 

    Saat ini korban yang tewas dalam baku tembak itu sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palu. “Baru saja beberapa waktu lalu jenazahnya tiba dan sekarang sedang dalam proses identifikasi,” ujar Idham.

    Baku tembak antara aparat keamanan gabungan TNI-Polri dan kelompok teroris terjadi pada Jumat, 15 Januari 2016, sekitar pukul 07.30 Wita. Baku tembak bermula dari kelompok teroris yang melemparkan bom rakitan kepada petugas patroli, tim 2 Hambus 433 TNI, dan tim Carli 5 Brimob di Pegunungan Tineba. Jarak Pegunungan Tineba sekitar 3 Kilometer dari perkampungan Desa Taunca.

    Petugas pun meresponsnya dengan tembakan. "Mereka kembali melempar bom rakitan ke arah petugas," tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto.

    TNI dan polisi kini masih melakukan pengejaran terhadap anggota dari kelompok bersenjata itu yang berhasil melarikan diri, sekitar sepuluh orang. 

    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.