Bom Sarinah, Afif Pernah Gelar Pengajian Sesat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis berkostum Darth Vader meletakkan bunga di TKP ledakan bom di depan kafe Starbucks Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2016. Aksi teror di Sarinah ini juga melukai 20 warga termasuk warga negara asing. REUTERS/Beawiharta

    Aktivis berkostum Darth Vader meletakkan bunga di TKP ledakan bom di depan kafe Starbucks Thamrin, Jakarta, 15 Januari 2016. Aksi teror di Sarinah ini juga melukai 20 warga termasuk warga negara asing. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Karawang - Sunakim alias Afif, pelaku teror Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2015, pernah aktif mengumpulkan orang di Karawang. Abdul Halim, Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari, mengatakan, sejak 2008, Sunakim sering mengadakan pengajian bersama teman-temannya di Klari. Berdasarkan laporan masyarakat, pengajian Sunakim terindikasi sesat. 

    “Ada tiga pengajian yang saya bubarkan, yaitu pengajian di Musala At-Taufiq Kampung Duren RT 14 RW 05, pengajian tanpa bentuk di Kampung Bobokan RT 30 RW 08, dan pengajian pimpinan Kang Ayat dari Garut," kata Halim saat ditemui wartawan, Jumat, 15 Januari 2016. 

    Halim mengatakan Afif dikenal sebagai warga yang menyebarkan paham radikal di Desa Duren. "Di Klari, Afif sempat membentuk perkumpulan. Diduga kuat dia membentuk sel berpaham radikal di sini," ujarnya.

    Pada 2009, Afif secara diam-diam pindah dari kontrakannya. Tanpa bertanggung jawab, Afif tidak membayar uang listrik dan air. Halim menuturkan Afif juga mencolong sebuah pompa air dari rumah kontrakan. Pada tahun itu pula, Halim mendapat kabar ada rekan Sunakim bernama Deny ditangkap tim Densus atas aksi terorisme dan sekarang masih mendekam di tahanan Cilacap.

    "Seketika itu, Sunakim bersama istrinya tidak tinggal lagi di sini, katanya dia pindah ke Jakarta. Istrinya bernama Ita Yuniar," tutur Halim.

    Setahun kemudian, tepatnya pada 2010, Abdul Halim menerima surat dari kepolisian Aceh ihwal ditangkapnya Afif. "Ketika hendak mengantar surat itu, keluarga Afif sudah tidak tinggal di rumah tersebut," ucapnya.

    Afif diketahui ditangkap di Aceh pada 2010. Dia ditangkap ketika bergabung dengan kelompok Dul Matin di Aceh. "Dia ditangkap ketika ikut kamp pelatihan teroris," kata Abdul Halim.

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Badroddin Haiti menyatakan Afif ditangkap pada 2010 dan diganjar hukuman penjara 7 tahun di Cipinang. Namun, sebelum hukumannya habis, Afif teridentifikasi sebagai pria dalam foto yang beredar, mengenakan kaus hitam dan celana jins biru. Ia juga membawa tas ransel berisi bom dan memakai topi hitam. 

    HISYAM LUTHFIANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.