Aman Abdurahman Pernah Bermarkas di Masjid Menteng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Muhammad Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    Muhammad Bahrun Naim. ANTARA/DOK SOLOPOS/Dwi Prasetya

    TEMPO.CO, Jakarta - Afif alias Sunakim, pemimpin teror di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat, disebut sebagai pengikut Sulaiman Aman Abdurahman. Siapa Aman Abdurahman yang kini menghuni Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan itu?

    Menurut Farihin, mantan kombatan Poso, Aman pernah mendirikan Majelis Taklim Nusantara. Dia sempat menggunakan masjid Al-Fataa Yakpi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sebagai markas dan tempat pengajian. Selanjutnya, mereka pindah ke Masjid Islamic Center Bekasi. Tapi karena diusir warga, mereka kemudian mencari tempat lain.

    Pengikut Aman cukup banyak. Tiap kali pengajian Aman, ada sedikitnya 300 jamaah yang datang. "Banyak sekali anggota dan simpatisannya, peran Afif hanya membantu saja," kata Farihin, kepada Tempo, Jumat, 15 Januari 2016.

    Menurut Farihin, Afif adalah murid dari Aman. Aman Abdurrahman alias Rochman alias Abu Sulaiman, ditangkap di Tangerang pada 2010 karena terlibat pelatihan militer di Aceh. Afif dan Aman menghuni penjara untuk kasus yang sama.

    Sebelumnya, Aman ditangkap pada 2003 untuk kepemilikan bom Cimanggis. Ia dibebaskan pada 2008. Belakangan, Aman berbaiat kepada Abu Bakar Al-Baghdadi, pemimpin kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)

    Farihin mengenali Afif dan pelaku teror lain di Sarinah. Selain Afif, ada Ajad Sudrajad, Sugito, dan Akhyar. Diduga masih ada nama lain, hanya saja dia tidak begitu hapal.

    Farihin memperkirakan teror tersebut dilakukan tidak terencana. Indikasinya, kata Farihin, terlihat dari ekspresi Afif saat menembaki warga dan polisi. Afif tampak kebingungan. Farihin menyebut senjata yang digunakan Afif juga rakitan.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.