Hasil UN Akan Jadi Variabel Penenerimaan Mahasiswa PTN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memberikan presentasi dalam acara Education Outlook 2016 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tempo Media Group dan Universitas Katolik Atma Jaya. [TEMPO/Subekti; SB2015052701](Komunika Online)

    Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi Muhammad Nasir memberikan presentasi dalam acara Education Outlook 2016 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Rabu, 27 Mei 2015. Acara tersebut diselenggarakan oleh Tempo Media Group dan Universitas Katolik Atma Jaya. [TEMPO/Subekti; SB2015052701](Komunika Online)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa nilai rapor dan ujian nasional akan menjadi bagian dari variabel dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri.

    "Kami mencoba mengintegrasikan SNMPTN dengan ujian nasional yang dilakukan," kata Nasir saat ditemui di kantor Kemenristekdikti, Jumat 15 Januari 2016. Ia mengatakan bahwa dua hal itu nantinya juga akan disesuaikan dengan indeks integritas dari asal sekolah siswa.

    Nasir mendorong agar hal ini segera bisa dilakukan, karena ia ingin para pengelola sekolah menengah tingkat atas memperbaiki kejujuran dan integritasnya dalam mengelola sekolah. "Sehingga mereka berlomba-lomba mengelola lembaga dengan jujur."

    Ketua Umum Panitia Nasional SNMPTN Rochmat Wahab menerangkan bahwa nantinya indeks kejujuran itu akan memberikan bobot lebih dari nilai rapor para siswa yang melewati jalur SNMPTN. "Misalnya X dapat nilai 9 di rapor, indeks sekolahnya 10, lalu Y juga 9 tapi indeks sekolah 5, maka meski nilainya sama-sama 9, tapi hasilnya nanti beda," ia mencontohkan.

    Rochmat juga menjelaskan penggunaan nilai rapor dan ujian nasional sebagai salah satu unsur penerimaan mahasiswa baru jalur SNMPTN, bisa terlaksana jika sekolah-sekolah bisa memberikan nilai siswanya ke pihaknya lebih awal.

    Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah seleksi masuk perguruan tinggi berdasarkan hasil penelusuran akademik calon mahasiswa. Pada tahun ini sebanyak 78 perguruan tinggi negeri akan ikut serta dalam seleksi ini.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.