Pengamanan Bandara Hasanuddin Menjadi Siaga Satu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang menngkonfirmasi keberangkatan ke Surabaya di Costumer Service Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, 16 Juli 2015. TEMPO/BADAUNI A.P

    Penumpang menngkonfirmasi keberangkatan ke Surabaya di Costumer Service Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, 16 Juli 2015. TEMPO/BADAUNI A.P

    TEMPO.COMakassar - Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Bandara Internasional Hasanuddin Inspektur Satu Muhammad Djafar mengatakan pengamanan di bandara ditingkatkan tiga kali lipat. Ini dilakukan menyusul peningkatan status siaga satu pascateror bom di Sarinah, Jakarta, kemarin. 

    Bila sebelumnya kawasan bandara hanya dijaga sekitar 20 petugas polisi, kini ada lebih sekitar 60 polisi yang berjaga. "Pengamanan naik tiga kali lipat," katanya, saat dihubungi, Jumat, 15 Januari.

    Djafar menerangkan pihaknya melakukan penjagaan bersama petugas aviation security dan pihak TNI. Tidak hanya aparat keamanan, anjing pelacak pun dikerahkan untuk melakukan pengamanan pada obyek vital nasional itu. 

    Khusus kepolisian, pengamanan dilakukan oleh aparat Polsek Bandara, aparat Sabhara Polres Maros, dan aparat Brimob Polda Sulawesi Selatan dan Barat. "Kami menjaga semua lini, mulai keberangkatan, kedatangan hingga tempat parkir," katanya.

    Kepala Polres Maros Ajun Komisaris Besar Lafri Prasetyono membenarkan adanya penguatan personel di Bandara Hasanuddin. "Saya sudah mengerahkan satu peleton Sabhara," katanya. 
    Kepolisian melakukan penjagaan ketat di bandara lantaran merupakan obyek vital nasional dan menjadi pintu masuk dan keluarnya seseorang. "Itu bentuk deteksi dini dan deteksi aksi. Kami tidak mau kecolongan," katanya.

    Juru bicara PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Hary Budi Waluyo, mengatakan peningkatan status siaga satu dilakukan pascateror bom di Jakarta. 

    Tiap harinya, kini ada lebih dari 100 petugas keamanan yang berjaga. Tiap shift, kata dia, ada 50 petugas avsec dan 40 aparat TNI. "Kami juga dibantu aparat kepolisian, termasuk bantuan satu peleton Sabhara. Lalu, ada pula dua anjing pelacak," tuturnya.

    Status siaga satu, Hary menerangkan, membuat pihaknya bekerja lebih ekstra dalam hal pemeriksaan barang dan penumpang. Terdapat beberapa perubahan yang dilakukan, yakni mengaktifkan Security Check Point I yang dulunya bersifat acak. 

    "Tidak lagi random. Semua penumpang harus diperiksa. Intensitas pemeriksaan memang ditingkatkan," ujar Hary. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI guna mengantisipasi terjadinya teror atau gangguan lainnya.

    TRI YARI KURNIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.