Bom Sarinah, Penjagaan Bandara Juanda Diperketat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Aviation Security (Avsec) bandara memeriksa petugas porter di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, 5 Januari 2016. Koper yang menjadi target komplotan S biasanya yang terlihat mewah dan tidak dibungkus plastik pengaman. ANTARA/Umarul Faruq

    Petugas Aviation Security (Avsec) bandara memeriksa petugas porter di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, Jawa Timur, 5 Januari 2016. Koper yang menjadi target komplotan S biasanya yang terlihat mewah dan tidak dibungkus plastik pengaman. ANTARA/Umarul Faruq

    TEMPO.COSidoarjo - PT Angkasa Pura 1 selaku pengelola Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya memperketat pengamanan setelah ledakan bom di kawasan Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016.

    "Kami perketat pengamanan untuk pemeriksaan kendaraan yang memasuki area bandara dan memperketat monitoring CCTV," kata juru bicara PT Angkasa Pura 1, Liza Anindya, Kamis sore. Selain kendaraan, pemeriksaan barang dan penumpang juga dilakukan.

    Manager Security Angkasa Pura 1 Letkol Laut (P) Sukirman mengatakan pengamanan melibatkan aviations security bandara, pasukan dari Kopaska TNI-AL bersenjata lengkap, dan petugas intelijen TNI-AL Pangkalan Udara Angkatan Laut Juanda. "Untuk Bandara Juanda, kami mengantisipasi dari kejadian yang terjadi di Sarinah  dengan cara memperketat pemeriksaan orang dan barang serta kendaraan yang masuk di Bandara Juanda," ujarnya.

    Dari pantauan Tempo, semua pengunjung dan calon penumpang yang memasuki area bandara diberhentikan di pintu masuk untuk kemudian dilakukan pemeriksaan semua barang bawaan, termasuk kendaraan pengunjung.

    "Instruksinya, kami tetap waspada. Khususnya kepada pegawai, bila ada sesuatu yang mencurigakan, segera dilaporkan ke kami. Sampai saat ini tidak ada yang mencurigakan dan masih aman-aman saja," tuturnya.

    NUR HADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.