Rumah Korban Ledakan Bom Sarinah Sepi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membawa jenazah korban ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Ledakan bom dan aksi baku tembak mengguncang pusat kota Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Petugas membawa jenazah korban ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Ledakan bom dan aksi baku tembak mengguncang pusat kota Jakarta. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sugito, 52 tahun, penjaga rumah korban ledakan bom di pusat perbelanjaan Sarinah di Jl MH. Thamrin, Jakarta, mengatakan keluarga korban sejak pukul 13.00 WIB sudah tidak ada di rumah. Mereka langsung menjemput korban di rumah sakit. "Sejak tadi siang, yang punya rumah sudah keluar untuk menjemput ke rumah sakit," kata Sugito saat ditemui Tempo di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Januari 2016.

    Sugito mengatakan keluarga korban mengetahui serangan bom ini dari televisi. Setelah mengetahui ada beberapa korban merupakan warga negara asing, pihak keluarga segera bergerak ke rumah sakit. Pemilik rumah ini diketahui bernama Yohanes Antonius Maria.  

    Ledakan terjadi di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta, Kamis 14 Januari 2016 ini sekitar pukul 10.30. Bom meledak di kedai kopi Starbucks, disusul pos polisi seberang gedung Sarinah di perempatan Jalan Thamrin-Jalan Wahid Hasyim. Setelah itu, terdengar sejumlah tembakan di gedung Djakarta Theater. ‎Setidaknya tujuh orang tewas dalam serangan ini.

    ABDUL AZIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?