Para Pejabat Datangi RSPAD

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaku teroris menembaki petugas polisi dikawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    Pelaku teroris menembaki petugas polisi dikawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, 14 Januari 2016. Tempo/ Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang sore sejumlah pejabat tampak mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto. Tampak salah satunya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ahok- sapaan akrab basuki- datang melalui pintu VIP sehingga tidak bisa didekati oleh para wartawan.

    Sebelumnya Wakil Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Brigadir Jenderal Nandang Jumarna juga tiba lebih awal sekitar pukul 17.00 WIB. Tapi dirinya enggan berkomentar. "Nanti saja sama Kadiv Humas," ujarnya di Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016.

    Beberapa personil Pasukan Pengamanan Presiden juga mulai tampak berjaga. Presiden Joko Widodo kemungkinan akan mengunjungi para korban. Duta Besar Aljazair Abdelkader Aziria juga datang ke RSPAD. Namun meski dikejar wartawan semenjak turun dari mobil, dirinya bungkam seribu bahasa. Ia datang sekitar pukul 17.20 WIB

    Korban di RSPAD berjumlah sembilan orang. Berikut daftarnya.

    1. Budi Rachmad, 35 tahun, laki-laki asal Green Depok City Blok Anggrek
    2. Ajun Inspektur Satu Dodi Maryadi, 48 Tahun, laki-laki, Satlantas Polres Jakarta Pusat Unit Menteng.
    3. Ajun Inspektur Satu Budiono, 43 tahun, laki-laki, Polres Jakarta Pusat.
    4. Anggun Artikasari binti Haryanto, 24 tahun, perempuan, asal Condet RT 7 RW 5
    5. Chairil Islam bin Muhdar Arifin, 21 tahun, laki-laki.
    6. Yohannes Antonius Maria, 48 tahun, laki-laki WNA Belanda, alamat Jalan Nangka No 106.
    7. Slamet alias Morad Al Muneri, 44 tahun, WNA Aljazair,
    8. Permana bin Asep Yanto, 24 tahun, asal Bohong Gede
    9. Agus Kurnia bin Asudrajat, 25 tahun, asal Sumedang.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.