Tiap Tahun Penduduk Indonesia Bertambah 3 Juta Orang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melayani pembuatan data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    Petugas melayani pembuatan data kependudukan di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil di Bandung, Jawa Barat, 22 Juli 2015. Warga langsung mendatangi sejumlah tempat pelayanan publik di hari pertama kerja usai cuti bersama libur lebaran. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COCirebon - Presiden Joko Widodo meresmikan program Kampung Keluarga Berencana di Desa Mertasinga, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, hari ini. Dia menyebutkan program Kampung Keluarga Berencana di Desa Mertasinga tidak keliru mengingat Jawa Barat memiliki penduduk terbanyak di Indonesia. 

    Jokowi mengatakan saat ini jumlah penduduk Indonesia mencapai 252 juta orang. Permasalahan kependudukan ini menuntut terpenuhinya kebutuhan makanan, sandang, kesehatan, pendidikan, hingga lapangan kerja. "Laju penduduk Indonesia 1,3 persen, artinya setiap tahun ada tambahan 3 juta orang," katanya di Desa Mertasinga, Cirebon, Kamis, 14 Januari 2016.

    Untuk itu, Jokowi berharap masyarakat mengatur perencanaan dalam berkeluarga. Naiknya laju penduduk membuat lapangan kerja harus tersedia setiap tahun. Hal ini menjadi kendala mengingat saat ini persaingan antarnegara sangat ketat untuk memperebutkan potensi ekonomi. Persaingan antarnegara mempunyai tambahan masalah jika persoalan kebutuhan dasar 3 juta orang belum terpenuhi setiap tahun. 

    Sejak 2010 hingga 2015, tingkat kelahiran per ibu sebanyak 2,4 anak. Artinya, setiap perempuan memiliki 2-3 anak. Karena itu, Jokowi memprediksi, dalam 15 tahun ke depan, Indonesia mempunyai penduduk dengan umur produktif sangat besar. Besarnya jumlah penduduk ini mempunyai arti bahwa pemerintah harus menyiapkan lapangan kerja.

    Berdasarkan data, penduduk Provinsi Jawa Barat per 31 Desember 2014 mencapai 46,03 juta jiwa. Karena itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pertumbuhan penduduk Jawa Barat menurun dari 2008, yang berada di posisi 2 persen, dan saat ini menjadi 1,6 persen. 

    Menurut dia, 20 persen program keluarga berencana nasional berhasil jika program kependudukan di Jawa Barat sukses. Untuk itu, dia ingin semua program unggulan kependudukan dan alokasi anggaran 20 persen berada di Jawa Barat. 

    Aher—sapaan akrab Ahmad Heryawan—mengatakan kawasan timur Jawa Barat tidak setinggi kawasan barat. Seperti laju pertumbuhan penduduk kawasan Cirebon, Kuningan, dan Majalengka, yang berada di bawah 1 persen. Berbeda dengan penduduk Kota Bekasi dan Depok, yang menempati peringkat tertinggi di dunia, yakni mencapai 3,5-4,1 persen.

    ALI HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.