Teror Sarinah, Peneror Sandera Dua WNA di Starbucks

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto detik-detik penembakan polisi di Jalan Thamrin, Jakarta saat mengamankan ledakan bom Sarinah. Terduga pelaku dalam lingkaran merah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Foto detik-detik penembakan polisi di Jalan Thamrin, Jakarta saat mengamankan ledakan bom Sarinah. Terduga pelaku dalam lingkaran merah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian RI menemukan adanya bom lain yang belum diledakkan saat melumpuhkan terduga pelaku serangan teror di Jalan M.H. Thamrin. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan mengatakan diduga bahwa bom-bom tersebut akan digunakan untuk tindakan teror lanjutan.

    "Ada lima buah masih utuh dan kemungkinan ledakannya cukup besar," ucap Anton di gedung Divisi Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 14 Desember 2016. Anton mengatakan daya ledak bom tersebut lebih besar daripada yang meledak di pos polisi dan kedai kopi Starbucks.

    Menurut Anton, bom-bom tersebut berhasil disita polisi setelah melumpuhkan serangan di Starbucks. Di restoran itu, ada dua pelaku yang sempat menyandera dua warga negara asing, yaitu dari Belanda dan Aljazair. Warga Belanda, menurut Anton, tewas ditembak pelaku. Sedangkan yang dari Aljazair berhasil selamat dan hanya terkena serempetan peluru.

    "Kemungkinan yang kecil bom pancingan. Begitu orang-orang berkumpul, bom akan diledakkan. Untung sudah dilumpuhkan," ujar Anton. Menurut Anton, bom tersebut merupakan bahan peledak rakitan. Kepolisian menemukan baut, paku, dan gotri di sekitar lokasi ledakan.

    Menurut dia, secara keseluruhan, ada empat ledakan yang terjadi dalam serangan teror di depan gedung Sarinah ini, yakni 1 bom bunuh diri di Starbuck, 2 bom dilemparkan pelaku saat menyandera warga, dan 1 bom di dekat pos polisi.

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.