2 Anggota Polres Jakarta Pusat Korban Bom Sarinah Dioperasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto detik-detik penembakan polisi di Jalan Thamrin, Jakarta saat mengamankan ledakan bom Sarinah. Terduga pelaku dalam lingkaran merah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Foto detik-detik penembakan polisi di Jalan Thamrin, Jakarta saat mengamankan ledakan bom Sarinah. Terduga pelaku dalam lingkaran merah. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Inspektorat Pengawasan Umum Markas Besar Kepolisian RI Komisaris Besar Dwi Ariyanto mengatakan dua anggota kepolisian yang menjadi korban insiden ledakan dan baku tembak di Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, sedang mendapat perawatan intensif. "Satu sudah dioperasi, yang satu akan," ujarnya saat berkunjung ke Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, Kamis, 14 Januari 2016.

    Pasca-ledakan dan baku tembak di Sarinah, sembilan orang dibawa ke RS Angkatan Darat Gatot Soebroto. Dua di antaranya anggota Kepolisian Resor Jakarta Pusat dan Satuan Lalu Lintas Unit Menteng.

    Belum ada keterangan mengenai status sembilan korban ini. Pihak rumah sakit belum mau memberikan komentar. Para wartawan hanya diperkenankan menunggu di pelataran luar gedung Instalasi Gawat Darurat RS Angkatan Darat Gatot Soebroto.

    Berikut ini nama-nama korban:

    1. Budi Rachmad, 35 tahun, asal Green Depok City Blok Anggrek
    2. Ajun Inspektur Satu Dodi Maryadi (48), anggota Satlantas Polres Jakarta Pusat Unit Menteng
    3. Ajun Inspektur Satu Budiono (43), anggota Polres Jakarta Pusat
    4. Anggun Artikasari binti Haryanto (24), asal Condet RT 7 RW 5
    5. Chairil Islam bin Muhdar Arifin (21)
    6. Yohannes Antonius Maria (48), WNA Belanda, alamat Jalan Nangka Nomor 106
    7. Slamet
    8. Permana bin Asep Yanto (24)
    9. Agus Kurnia bin Asudrajat (25), asal Sumedang

    AHMAD FAIZ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.