Polisi Korban Bom Sarinah Dioperasi di RS Abdi Waluyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua korban akibat ledakan di dekat Pos Polisi Lalu Lintas Jalan Thamrin, depan Sarinah, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Ledakan ini terjadi sebanyak empat kali secara beruntun. TEMPO/Subekti

    Dua korban akibat ledakan di dekat Pos Polisi Lalu Lintas Jalan Thamrin, depan Sarinah, Jakarta Pusat, 14 Januari 2016. Ledakan ini terjadi sebanyak empat kali secara beruntun. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Prayitno mengatakan satu orang anggotanya sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat. Polisi tersebut bernama Ajun Inspektur Satu Suhadi.

    Suhadi menjadi salah satu korban peristiwa ledakan bom di kawasan pusat belanja Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis pagi tadi, 14 Januari 2016. "Sekarang masih disiapkan tim medis untuk lakukan operasi," katanya di RS Abdi Waluyo.

    Menurut Dwi, Suhadi terkena tembakan di bagian punggung. Hanya, Dwi tidak merincinya. "Pokoknya hari ini segera dioperasi," ujarnya.

    Suhadi menjadi korban karena, saat kejadian, ia berada di dekat pos pantau polisi lalu lintas di Jalan M.H. Thamrin, kawasan Sarinah. Saat itu Suhadi sedang mengamankan kerumunan, tapi tiba-tiba ditembak seorang pelaku dari arah belakang kerumunan.

    Selain Dwi, Direktur Pusat Laboratorium dan Forensik Polda Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak datang untuk melihat kondisi Suhadi. Belum ada keterangan resmi terkait dengan kondisi Suhadi. Kabar yang beredar, kondisi Suhadi sedang kritis.

    Selain Suhadi, ada beberapa warga yang menjadi korban ledakan bom Sarinah dirawat di RS Abdi Waluyo. Berdasarkan catatan Tempo, ada lima warga korban bom Sarinah yang dibawa ke RS Abdi Waluyo, seorang di antaranya Raiskana, yang tewas tertembak di pelipis kanan. Korban meninggal di tempat kejadian.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.