Gafatar Akan Dilarang, Menteri Lukman: Tak Layak Diiikuti

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Muda Intelijen Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman, mengatakan pemerintah akan melarang ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang kini telah menyebar ke seluruh Indonesia dan punya 34 dewan pimpinan daerah.

    Larangan itu dikeluarkan setelah Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) menyatakan ajaran Gafatar menyimpang dari agama Islam. Jaksa Agung memimpin tim tersebut dengan anggota terdiri atas Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Pendidikan. “Pelarangan itu sesuai dengan Penetapan Presiden Nomor 1/PNPS Tahun 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan Penodaan Agama,” kata Adi kemarin.

    Gafatar diperbincangkan setelah hilangnya dokter Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Ia ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dibawa kembali ke Yogyakarta pada Senin lalu. Polisi menduga Rica direkrut sebagai anggota Gafatar.

    Setelah kasus Rica, ada 11 laporan dengan total 31 orang hilang di Yogyakarta. Kasus orang hilang juga terungkap di berbagai daerah lain. Salah seorang mahasiswa Surabaya yang meninggalkan rumahnya memberi kabar kepada keluarganya bahwa ia bergabung dengan Gafatar.

    Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, jika dianggap menyimpang, Gafatar harus segera dilarang. Aturan mengenai boleh-tidaknya sebuah organisasi berdiri, kata dia, berada di Kejaksaan Agung. “‎Kalau itu melanggar, apalagi ada orang hilang, ya harus dilarang,” tutur Kalla.

    Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan inti ajaran Gafatar hendak menyatukan agama-agama Ibrahimiyah, yakni Islam, Yahudi, dan Kristen. "Tentu ini bukan organisasi yang layak diikuti," ujar Lukman. Menurut dia, organisasi ini ilegal karena tak terdaftar di Kementerian Dalam Negeri serta Kementerian Hukum dan HAM.

    Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan Gafatar merupakan turunan dari Al-Qiyadah al-Islamiyah yang didirikan Ahmad Mushadeq dan pernah dilarang pemerintah. Mushadeq pernah dipenjara 4 tahun.

    DEWI SUCI RAHAYU | AVIT HIDAYAT | MUH SYAIFULLAH | FAIZ NASHRILLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.