Sigit Lepas Kerja Demi Gafatar, Mengaku Dapat Amanat Tuhan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat tabloid Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terbitan 2014 di Jombang, Jawa Timur, 13 Januari 2016. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan inti ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah hendak menyatukan agama-agama Ibrahim, yakni Islam, Yahudi, dan Kristiani. ANTARA/Syaiful Arif

    Warga melihat tabloid Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terbitan 2014 di Jombang, Jawa Timur, 13 Januari 2016. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan inti ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah hendak menyatukan agama-agama Ibrahim, yakni Islam, Yahudi, dan Kristiani. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.CO, Madiun - Sigit Suko Bisono, 28 tahun, seorang Perangakat Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur yang diduga bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara  atau Gafatar. Ia rela mengundurkan diri dari pekerjaanya untuk ikut bergabung dengan Gafatar. Pengunduran diri itu ia sampaikan melalui surat. "Diantarkan pos ke kantor," kata Kepala Desa Mojorayung Tri Widodo, Rabu, 13 Januari 2016.

    Sigit, menurut dia, tidak menjelaskan alasan pengunduran dirinya secara jelas. Di dalam suratnya, pria yang dikenal pendiam itu menyatakan tidak bisa lagi menjalankan pekerjaannya seperti waktu sebelumnya. "Karena mendapatkan amanah dari Tuhan," ujar Tri menirukan penjelasan Sigit yang tertulis di surat.

    Sigit meninggalkan rumah bersama Dwi Ernawati, istrinya dan Bagaskara Satria Wahyu Wibisono, anaknya yang belum genap berusia dua tahun pada akhir Juli 2015. Selain mereka, Oki seorang pemuda desa setempat juga menghilang sejak September 2015.

    Pihak pemerintah desa dan keluarga tidak mengetahui keberadaan mereka secara pasti. Sebelum pergi, warga yang diduga bergabung dengan Gafatar itu tidak menyampaikan daerah tujuannya.

    Bahkan, Suyatno, ayah Sigit tidak menyangka jika hingga sekarang anak, menantu, dan cucu yang selama ini tinggal serumah belum juga kembali. "Tidak tahu kemana mereka. Perginya tidak pamit dan tidak ada rencana," ujar Suyatno.

    Pria berusia 61 tahun itu berharap agar anak, menantu, dan cucunya bisa segera kembali ke rumah. Suyatno dan Supatmini, istrinya merasa kesepian lantaran Sigit adalah anak satu-satunya dari pasangan suami-istri tersebut.

    "Kami susah apalagi sama sekali tidak ada komunikasi," ucap dia.

    NOFIKA DIAN NUGROHO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.