Setelah Dokter Rica Ditemukan, Laporan Orang Hilang Bertambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat tabloid Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terbitan 2014 di Jombang, Jawa Timur, 13 Januari 2016. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan inti ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah hendak menyatukan agama-agama Ibrahim, yakni Islam, Yahudi, dan Kristiani. ANTARA/Syaiful Arif

    Warga melihat tabloid Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara) terbitan 2014 di Jombang, Jawa Timur, 13 Januari 2016. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan inti ajaran Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) adalah hendak menyatukan agama-agama Ibrahim, yakni Islam, Yahudi, dan Kristiani. ANTARA/Syaiful Arif

    TEMPO.COSleman - Kepolisian Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terus menerima laporan orang hilang. Setelah dokter Rica Tri Handayani, yang dilaporkan hilang, sudah ditemukan pada Senin, 11 Januari 2016, ada 11 laporan orang hilang dengan total 31 orang.

    "Yang dilaporkan hilang pola perginya mirip dengan kepergian dokter Rica," kata Kepala Bidang Humas Polda DIY Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, Rabu, 13 Januari 2016.

    Sementara hingga kemarin, 12 Januari, baru 6 laporan dengan 16 orang hilang, sehari setelah itu menjadi 11 laporan dengan 31 orang yang hilang.

    Pola kepergian orang-orang yang dilaporkan hilang itu mirip, seperti pamit kepada keluarga dengan berbagai alasan, antara lain bekerja dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. 

    Mereka pamit, antara lain, ke Semarang dan Kalimantan. Namun, setelah pergi, mereka tidak bisa dikontak melalui telepon seluler. Bahkan sampai berbulan-bulan tidak bisa dihubungi atau menghubungi keluarga yang ada di DIY atau lainnya.

    Selain per individu yang dilaporkan, ada yang satu keluarga, terdiri atas ayah, ibu, dan anak, hilang kontak setelah kepergian mereka. Rata-rata, kata Anny, keluarga yang melaporkan kehilangan famili mereka yang hilang itu pernah aktif di Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. 

    "Sebelum kasus ini meledak, jarang sekali ada laporan orang hilang. Kalau ada paling karena keterbelakangan mental atau orang sudah pikun," tuturnya.

    Inilah nama-nama orang yang dilaporkan hilang pada 13 Januari 2016 ke Polda DIY.

    1. Ago Sawita, 35 tahun, karyawan swasta, Faridha Fathimah, 29 tahun, ibu rumah tangga, Mahesawara Rajendra (4), dan Andara Elisa (2). Alamat asal di Padangan Satu Sitimulyo Piyungan Bantul. Pelapor menyebut Ago Sawita pernah menjadi bendahara Gafatar wilayah Bantul.

    2. Alfithra Chastiyogia, 27 tahun, pekerja swasta yang beralamat di Sidoarjo No. 54 Kasihan, Bantul. Pelapor memberi petunjuk bahwa Alfithra pernah menjadi anggota Gafatar.

    3. Nurul Fitra Hildanita, 35 tahun, Doni Pridjayanto (29), Andromedha Cakra (2 bulan), yang beralamat di Sanggrahan UH 1/623 Semaki, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Pelapor mengatakan Nurul pernah aktif sebagai anggota Gafatar 2012.

    4. Destyawan Ekwanto Putra, 31 tahun, Vidyana Arsanti (30), Adisty Celocia (8), dan Abyan Arganta (2). Pelapor menyatakan Destyawan Ekwanto aktif di organisasi Gafatar.

    5. Ariel Bhakti, 31 tahun, karyawan swasta, Anastasia Dansy Novita (26), ibu rumah tangga, Aditya Dana (2). Pelapor mengatakan ketiganya mengaku pergi ke Kalimantan dengan menggunakan kapal laut.

    MUH SYAIFULLAH


    Kasus Gafatar, PP Muhammadiyah Desak Pemerintah... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Manfaat dan Dampak Pemangkasan Eselon yang Dicetuskan Jokowi

    Jokowi ingin empat level eselon dijadikan dua level saja. Level yang hilang diganti menjadi jabatan fungsional.