Kisah Risma Melacak Mahasiswa Surabaya Gabung Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharijono menunjukkan foto anaknya Erri Indra Kautsar,  mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Suharijono menunjukkan foto anaknya Erri Indra Kautsar, mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.CO, Surabaya - Wali Kota Surabaya terpilih Tri Rismaharini sudah pernah mencari mahasiswa Surabaya yang bergabung dengan ormas Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) pada masa pemerintahannya periode lalu.

    Erri Indra Kautsar, 20, mahasiswa tersebut dilaporkan hilang pada Agustus 2015. Hingga saat ini, pemerintah Kota Surabaya terus melacak keberadaan mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya itu.

    “Sejak hilang pada 2015 itu, Bu Risma sudah all out mengintruksikan untuk mencarinya, bahkan hingga saat ini,” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Perlindungan Masyarakat Surabaya Soemarno kepada Tempo di kantornya hari i ni, Rabu, 13 Januari 2016.

    Pencarian itu, kata dia, berdasarkan surat yang diterima Bakesbangpol dan Linmas dari orang tua Erri Indra Kautsar tertanggal 15 September 2015, yang ditujukan kepada Wali Kota Surabaya. “Inti surat itu memohon kepada Wali Kota Surabaya untuk membantu pencarian Erri,” kata dia.

    Menurut Soemarno, kala itu Pemerintah Kota Surabaya langsung berkoordinasi dengan jajaran yang lain, termasuk kepada pihak kepolisian dan badan intelijen. “Bahkan, kami juga berkoordinasi dengan intelijen luar kota dan luar negeri,” ujarnya.

    Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya juga membangun komunikasi dengan kedutaan besar Indonesia di Kucing, Malaysia. Sebab, dari hasil pelacakan terakhir, Erri sempat teridentifikasi berada di Pontianak dan dikabarkan ada kemungkinan menyeberang ke wilayah Malaysia. “Kedua orang tuanya pun sudah tahu bahwa kami terus berusaha mencari anaknya itu,” kata dia.

    Bahkan, kala itu Risma terus terus mengintruksikan kepada Bakesbangpol dan Linmas untuk terus mencari anak itu hingga ketemu, karena pasti orang tuanya itu sedih dan kesusahan dengan hilangnya anaknya itu. “Bu Risma juga mengintruksikan, kalau sudah ketemu, di mana pun silahkan dijemput,” kata dia.

    Sebelumnnya, Erri Indra Kautsar, 19, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, menghilang dari rumahnya sejak 17 Agustus 2015. Mahasiswa semester V itu pamit mengerjakan tugas namun tak pernah pulang ke rumah. Diduga, Erri bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

    MOHAMMAD SYARRAFAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.