Lagi, Satu Keluarga Asal Yogya Dilaporkan Hilang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id

    Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Menyusul ditemukannya dokter Rica Tri Handayani bersama anaknya, Zafran Ali Wicaksono, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat banyak laporan orang hilang dari masyarakat. Salah satunya dari Sudarmi. Nenek ini mengaku telah kehilangan anak, menantu, dan tiga cucunya.

    Menurut Sudarmi, kepadanya, keluarga tersebut pamit hendak pergi ke Prancis. Namun, sebulan lalu, menurut Sudarmi, keluarga tersebut justru berangkat ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Alasannya, mereka ingin bertani di sana. Padahal orang yang membawa keluarga itu dulunya bekerja di Pertamina. "Kami tidak curiga. Tapi, setelah itu, mereka tidak bisa dihubungi sampai sekarang," kata Sudarmi, Selasa, 12 Januari 2016.

    Sudarmi berujar, sebelum anak dan menantunya itu pergi, ia memberikan apa pun yang mereka minta. Setelah tidak bekerja di Pertamina, anaknya pernah meminta sepeda motor Harley Davidson. Permintaan itu ia kabulkan. Tidak lama, anaknya kembali meminta uang Rp 50 juta. Namun mereka justru pergi ke Kalimantan dan menghilang. "Minta apa pun saya kasih, tapi kok sampai saat ini tidak ada kabar," ucap Sudarmi, warga Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta itu.

    Sejak Senin malam lalu, Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta telah menerima laporan adanya 16 orang hilang yang diduga bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). “Sudah ada enam laporan yang masuk," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, Selasa. Anny menjelaskan, dalam satu laporan, bisa terdapat satu keluarga yang terdiri atas suami, istri dan anak.

    Selain Sudarmi, Liatiati, 54 tahun, warga Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, melaporkan anaknya, Faza, 27 tahun, yang hilang sejak sebulan lalu. Kepadanya, alumnus Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Yogyakarta, itu pamit hendak bekerja di Kalimantan.  "Pamitnya bekerja di Kalimantan," tutur Liatiati. Anaknya itu meninggalkan Yogyakarta pada 11 Desember 2015. Hingga kini, Faza juga hilang tanpa kabar.

    Diah Ayu Yulianingsih, 28 tahun, warga Perumahan Candi Gebang Perma, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY, yang hilang sejak 11 Desember 2015 hingga kini juga belum diketahui kabarnya. Diah dilaporkan pergi bersama anaknya, Raina Ayranica Calya Putri, setelah rumah mereka didatangi seorang perempuan tak dikenal. Melalui pesan pendek yang dikirim kepada orang tua dan mertuanya, Diah berpesan akan pergi jauh. Jika sudah berhasil dan hidup layak, Diah mengaku akan pulang.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.