Ini Sosok Eko, Tersangka Hilangnya Dokter Rica

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sakimah, 51 tahun, menunjukkan foto ketiga anak lelakinya yang menghilang sejak Desember 2015. Diduga mereka ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). TEMPO/Dinda Leo Listy

    Sakimah, 51 tahun, menunjukkan foto ketiga anak lelakinya yang menghilang sejak Desember 2015. Diduga mereka ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.CO, Boyolali - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan Eko Purnomo, 30 tahun, dan Veni Orinanda sebagai tersangka atas hilangnya dokter Rica Tri Handayani. Eko dan Veni adalah pasangan suami-istri yang mengajak Rica meninggalkan keluarganya dan pergi ke Kalimantan. Veni adalah sepupu Rica.  

    "Dokter Rica dikendalikan E dan V. Kartu ATM miliknya juga dikuasai V," kata Ajun Komisaris Besar Ganda Saragih, Kepala Subunit I Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY.

    Seperti apa sosok Eko yang diduga sebagai bagian dari Gerakan Fajar Nusantara? Eko adalah warga Dukuh Ringinrejo, Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Data yang dihimpun Tempo dari sejumlah sumber, Eko merupakan lulusan diploma III Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Anak bungsu dari tiga bersaudara itu kemudian melanjutkan kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta. Eko meraih gelar sarjana teknik pada Juni 2007.

    Pada 2013, Eko menikah dengan Veni di Kabupaten Lampung Tengah. Sebelumnya, Veni bekerja sebagai bidan di Kecamatan Seputih Banyak, Lampung Tengah. Eko dan Veni memiliki satu anak laki-laki bernama Randika, 1,5 tahun. Sebelum berangkat ke Kalimantan, keluarga kecil itu tinggal di rumah kontrakan di Perumahan Maguwoharjo, Kabupaten Sleman, DIY.

    Sularto, ayah Eko, mengaku bertemu dengan Eko terakhir kali pada Desember 2015. “Eko dan Veni pulang ke Boyolali pada Jumat sekitar tiga pekan lalu. Saya lupa tanggalnya. Pada Ahad, mereka kembali lagi ke Jogja naik bus dari Terminal Tirtonadi, Surakarta,” ucap Sularto saat ditemui di rumahnya pada Selasa, 12 Januari 2016.

    Pada Selasa atau dua hari berselang seusai kepulangannya dari Boyolali, Eko menelepon Sularto. Dalam percakapan singkat itu, Eko berpamitan hendak mencari pekerjaan di Kalimantan Tengah. “Saya tidak tahu pekerjaannya apa. Saya hanya berpesan agar Eko selalu menjaga anak dan istrinya di perantauan,” ujar Sularto.

    Dua hari kemudian, Eko mengabarkan sudah tiba di Kalimantan Tengah dan menginap di rumah temannya. Setelah itu, Sularto mengaku sudah tidak bisa menghubungi Eko. Pada Senin, 11 Januari 2016, Eko dan Veni ditemukan bersama dokter Rica di Pangkalan Bun, Kalimantan Barat.

    “Saya kaget sekali saat anak saya ditemukan bersama dokter Rica yang diberitakan hilang. Tapi masih ada satu anak saya yang sampai saat ini belum diketahui kabarnya,” tutur Sakimah, ibu Eko. Pada Selasa siang, 12 Januari 2016, Sakimah dan Sularto diantar sejumlah anggota Kepolisian Resor Boyolali menemui Eko dan Veni di kantor Polda DIY.

    DINDA LEO LISTY | MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.