Cara Gafatar Rekrut Anggota, Tak Memandang Agama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suharijono menunjukkan foto anaknya Erri Indra Kautsar,  mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    Suharijono menunjukkan foto anaknya Erri Indra Kautsar, mahasiswa Surabaya yang menghilang diduga karena ikut Gafatar. TEMPO/Artika Rachmi Farmita

    TEMPO.COSurabaya - Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center, Ken Setiawan, mengatakan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dalam merekrut calon anggotanya menggunakan cara-cara positif. Mereka merekrut anak-anak muda hingga para pengusaha, dosen, dokter, maupun buruh. 

    "Perekrutan sebetulnya sama dengan cara merekrut Negara Islam Indonesia," kata Ken kepada Tempo, Rabu, 13 Januari 2016.

    Ken menjelaskan bahwa Gafatar biasanya mengajak seseorang untuk menjadi anggota melalui orang-orang terdekatnya. Pendekatan tersebut biasanya terlebih dulu dilakukan lewat sahabat, pacar, bahkan keluarga para calon anggota Gafatar.

    "Biasanya satu korban dihadapi oleh lima perekrut dari Gafatar," ujar Ken.

    Selain melakukan pendekatan melalui orang-orang terdekat calon anggota, Gafatar juga melakukan pendekatan melalui kegiatan-kegiatan sosial yang berasaskan kemanusiaan. Bahkan mereka juga tak segan menjanjikan beasiswa kepada anak-anak muda yang masih kuliah.

    "Para korban kemudian akan diberikan doktrin-doktrin ala Gafatar," tutur Ken.

    Doktrin yang dimaksud oleh Ken adalah janji-janji para perekrut Gafatar mengenai adanya perubahan di Indonesia menuju negara yang adil dan makmur. Gafatar sendiri, menurut dia, tidak mau menyebut Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi menyebutnya dengan Negara Nusantara dengan agama yang mereka sebut Ibrahim.

    "Mereka dalam merekrut juga tidak melihat agama seseorang. Islam, Kristen, maupun Yahudi bisa jadi anggota Gafatar," ucapnya.

    Para perekrut Gafatar juga tidak segan-segan menjanjikan para anggota Gafatar untuk langsung masuk surga jika telah meninggal. "Ada jaminan masuk ke surga, dan itu sangat efektif menarik anggota," ujarnya.

    Gafatar diperbincangkan setelah dikaitkan dengan hilangnya dokter Rica Tri Handayani di Yogyakarta sejak 30 Desember 2015. Dokter muda tersebut akhirnya ditemukan polisi di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dibawa kembali ke Yogyakarta pada Senin, 11 Januari 2016.

    Di Surabaya, seorang mahasiswa bernama Eri Indra Kausar juga meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto, Kenjeran, Surabaya, sejak empat bulan lalu. Dia sempat memberi kabar melalui pesan pendek kepada keluarganya bahwa ia ikut bergabung dengan Gafatar.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.