Kisah Perancang Taman Air Mancur Sri Baduga Purwakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uji coba atraksi air mancur berjoget di Taman Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, yang dilumuri cahaya lampu laser dari segenap penjuru tampak indah dan megah, Jumat malam, 8 Januari 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    Uji coba atraksi air mancur berjoget di Taman Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, yang dilumuri cahaya lampu laser dari segenap penjuru tampak indah dan megah, Jumat malam, 8 Januari 2016. TEMPO/Nanang Sutisna

    TEMPO.CO, Purwakarta- Perhelatan atraksi kembang api berjoget Sri Baduga, Situ Buleud, Purwakarta, Jawa Barat, yang berlangsung Sabtu malam, 9 Januari 2016, berlangsung spektakuler. Puluhan ribu penonton yang datang dari berbagai penjuru kota Jabodetabek, Karawang, Subang, Cirebon bahkan Jawa Tengah, tak ketinggalan para pelancong asing, terkesima saat menyaksikan aksinya yang indah dan megah itu.

    Keindahan, kegemulaian dan kemegahan serta kelebihan atraksi cahaya warna-warni lampu laser yang menyertai atraksi kembang api berjoget Sri Baduga tersebut dianggap mampu mengalahkan atraksi Time of Wings Singapura, Dubai, Belogia dan Tiongkok. Air mancur ini menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

    Lalu, siapa sosok yang mampu menghadirkan atraksi indah dan membuat penonton terkesima? Selama melakukan rancang bangun infrastruktur dan mengkonsep desain tarian air mancur berjoget tersebut, perancangnya berada di belakang layar.

    Nama perancang atraksi taman air mancur Sri Baduga adalah Hery Sugihardi.  Pria kelahiran 10 Januari 1971 itu adalah "made in" Purwakarta. Dia bersama keluarganya, kini, tinggal di Perumahan Citalang Indah, Desa Citalang, Purwakarta. Dari tangan dinginnya itu, atraksi air mancur yang beRkelas dunia itu dirancang dan dibuatnya.

    Dalam bincang santainya dengan Tempo, Rabu pagi, 13 Januari 2016, Hery mengaku, tak punya pendidikan khusus soal pembuatan desain dan pengoperasian air mancur berjogd Sri Baduga itu. "Saya ini bukan orang kuliahan," Hery merendah.

    Pengalamannya selama 24 tahun dalam menggeluti bidang mekanik elektrik membuatnya  tahu  seluk-beluk mulai dari konsep, desain dan pengoperasian air mancur berjoget.

    Hery mengungkapkan air mancur berjoget Sri Baduga merupakan karya pertamanya. Meski begitu, ia menegaskan tak pernah mengadopsi dari obyek air mancur berjoget yang ada di Singapura, Dubai, Belogia apalagi Tiongkok. "Ini murni hasil kreativitas orisinal kami sebagai orang pribumi," ujarnya.

    Hery menggambarkan bahwa atraksi air mancur berjoget di negara lain, dalam sisi pencahayaan itu statis, terpaku pada satu warna saja, misalnya merah atau biru. Dan, desainnya diyakini tidak mengandung filosofis apa pun.

    Sesuai filosofi keindonesiaan

    Di air mancur berjoget Sri Baduga, semuanya dikonsep sesuai filosofi keindonesiaan. Pencahayaannya, misalnya, menjadi cahaya pelangi dengan mengandalkan lima warna dominan yakni biru, merah, kuning, hijau dan ungu. Nosel (alat semburan air mancur) yang dipasang di area sekeliling situ juga jumlahnya mencapai 2.000 buah.

    Perpaduan konsep antara cahaya pelangi dan nosel, menurut Hery, memiliki filosofi keindonesiaan yang kental yang menggambarkan tentang keragaman suku, ras, agama dan budaya yang dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika dan Falsafah Pancasila. Ini semua  berada dalam wadah persatuan Indonesia yang dilambangkan dengan bentuk situ tempat air mancur berjoget yang berbentuk buleud atau bulat.

    Filosofi yang terkandung dalam air mancur berjoget Sri Baduga tersebut, Hery menjelaskan, merupakan hasil diskusi panjang antara dirinya sebagai perancang bangun sekaligus operator dengan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. "Makanya, hasilnya menimbulkan harmoni yang begitu indah dan menakjubkan," katanya.

    Adapun koreografer yang memadukan antara putaran musik dan jogetan air mancur saat atraksi berlangsung, ditukangi anaknya sendiri, Mohamad Sonny, yang baru berusia 17 tahun. Sedangkan tim yang dipimpinnya dalam setiap pementasan atraksi sebanyak 80 orang, semuanya asli Purwakarta.

    Hery menuturkan, seluruh fasilitas elektrik dan elektronik air mancur berjoget buatannya tersebut, konten dan sumber daya manusianya hampir seluruhnya lokal. Yang dibeli dari luar itu hanya LED saja, itu pun hanya merangkainya saja, sebab yang bikin konsepnya dia juga. "Di beli dari Cina, karena kebetulan di Indonesia nggak ada pabriknya," ia memberikan alasan.

    Menurut Hery, pengembangan infrastruktur air mancur berjoget Sri Baduga dengan kapasitas daya listrik 1,025 MVA itu, masih harus meniti dua tahapan lagi jika ingin sampai pada titik sempurna. "Misalnya penambahan 26 nosel baru buat mendukung keberagaman atraksinya," ujarnya.

    Pada tahap ke tiga pembangunan taman air mancur Sri Baduga tersebut, Hery mendapat tantangan baru dari Bupati Dedi, yakni pembuatan tribun dan balkon tempat duduk di sekeliling patung Sri Baduga atau Prabu Siliwangi, Raja Padjadjaran dan empat harimau putih yang menjadi pelambang taman Sri Baduga itu. Termasuk mendesain tempat duduk yang akan ditempatkan di track sepanjang tubir situ berbentuk bulat itu dengan lebar dua meter dan panjang sekitar satu kilometer itu.

    Sebab, ke depan, taman Sri Baduga bukan cuma dijadikan tempat atraksi air mancur berjoget, tetapi juga didesain menjadi tempat pertunjukan musik dan teater yang berkelas dunia. "Konsepnya sudah saya tangkap, dan kami siap mengerjakannya," Hery menegaskan komitmennya.

    Sukses menghelat atraksi air mancur...


    Sukses menghelat atraksi air mancur berjoget Sri Baduga, Hery mendapat  tawaran dari pihak lain. Saat ini, Bali dan Malang yang sudah memberikan tawaran padanya. Ia mengaku sudah melakukan penjajagan ke daerah tersebut.

    "Kalau demi Indonesia kan nggak masalah. Apalagi, pemerintah sekarang sedang menggiatkan sektor pariwisata sebagai andalan pendapatan devisa negara," ia memberikan alasannya. Hery mengaku sudah ada dua daerah yang menghubunginya yakini Bali dan Malang.

    Bupati Dedi mengaku siap menggelontorkan dana sebesar Rp 50 miliar buat mewujudkan kesempurnaan taman air mancur berjoget Sri Baduga tersebut pada tahap ketiga. "Dananya sudah kami anggarkan, dan siap direalisaikan," katanya.

    Ia mengaku semakin bersemangat karena karya original anak asli Purwakarta yang kini diyakini sudah go nasional bahkan go internasional itu. Dia berambisi untuk bisa segera mewujudkan kolaborasi konser musik dan atraksi air mancur berjoget di Taman Sri Baduga tersebut.

    Dedi menyebutkan , vokalis grup musik Setia Band, Charly Van Houten, sudah melamar buat melakukan konser perdana di atas air situ yang luasnya mencapai dua hektare itu. "Kami pastikan kepada Charly, kami siap mewujudkannya," Dedi menegaskan.

    Dedi sangat mengapresiasi karya fenomenal Hery yang tak lain adalah sekondannya di Geng Motor trail yang pernah digelutinya itu. "Nggak nyangka sama sekali kalau Hery yang mendesain dan mengoperasikan semuanya," imbuh Dedi yang mengaku baru ketemu lagi dengan Hery ketika proyek pembangunan air mancur berjoget tahap pertama tahun 2014 dimulai.

    "Kini saatnya kebangkitan orang Sunda di tanahnya sendiri, di Jawa Barat bahkan di Indonesia," ujar Dedi.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.