Cerita Ibu dan Ayah Eko, Tersangka Perekrut Dokter Rica

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sakimah, 51 tahun, menunjukkan foto ketiga anak lelakinya yang menghilang sejak Desember 2015. Diduga mereka ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). TEMPO/Dinda Leo Listy

    Sakimah, 51 tahun, menunjukkan foto ketiga anak lelakinya yang menghilang sejak Desember 2015. Diduga mereka ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). TEMPO/Dinda Leo Listy

    TEMPO.COBoyolali - Adik Eko Purnomo yang bernama Bentar Setiarto, 25 tahun, hingga kini belum diketahui keberadaannya. Eko Purnomo, 30 tahun, diduga sebagai orang yang membawa dokter Rica Tri Handayani ke Kalimantan. 

    Eko bersama istrinya, Veni Orinanda, 30 tahun, dan dokter Rica ditemukan di Bandara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 12 Januari 2016.

    “Saya senang dua anak saya sudah ditemukan. Tapi saya juga sedih karena masih ada anak saya yang belum ditemukan,” kata Sakimah, 51 tahun, ibu tiga anak asal Dukuh Ringinrejo, Desa Ketitang, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Selasa, 12 Januari 2016.

    Informasi yang dihimpun Tempo, Krisma Fitri Arta, 17 tahun, juga bergabung dalam rombongan Eko, yang diduga ikut hijrah atau eksodus organisasi Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar

    Krisma adalah adik bungsu Eko. Pada 29 Desember 2015, siswa kelas dua di SMK Negeri 5 Surakarta itu berpamitan kepada orang tuanya hendak mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur.

    “Katanya mau merayakan malam pergantian tahun bersama teman-teman sekolahnya,” kata Sularto, 54 tahun, suami Sakimah. Karena Krisma tidak kunjung pulang dan telepon selulernya tidak bisa dihubungi, Senin pekan lalu Sularto mencari informasi ke SMK Negeri 5 Surakarta. Hasilnya, tidak ada satu pun teman sekolah Krisma yang mendaki Gunung Semeru pada malam pergantian tahun.

    Sedangkan Bentar meninggalkan rumah sekitar tiga pekan lalu. Kepada Sularto, Bentar berpamitan hendak mencari kerja di Batam, Kepulauan Provinsi Riau. Sularto mengantarkan Bentar berangkat melalui Terminal Tirtonadi Surakarta. 

    “Pada suatu Jumat di bulan Desember, saya lupa tanggalnya, Bentar menelepon. Dia bilang sudah mendapat pekerjaan dan sementara menumpang di rumah temannya,” kata Sularto.

    Menurut kerabat Sularto, Sriyanto, Bentar tidak melanjutkan kuliah seperti Eko Purnomo. “Setelah lulus dari SMK, Bentar sempat bekerja sebagai penjaga warnet (warung internet) di sekitar Pasar Kalioso, Desa Tuban, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar,” kata Sriyanto. Sekitar dua pekan sebelum berangkat ke Batam, Bentar juga sempat bekerja sebagai penjaga toko kayu di wilayah Kalioso, Karanganyar.

    Sriyanto menambahkan Bentar berangkat ke Batam karena dicarikan pekerjaan oleh Eko Purnomo. “Katanya Bentar akan ikut kerja dengan teman Eko,” kata Sriyanto. Namun tidak satu pun keluarganya di Boyolali yang mengetahui pekerjaan Bentar di Batam. “Kami berharap Bentar juga bisa segera ditemukan,” kata Sriyanto.

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.