Seorang Ibu di Garut Hilang, Diduga Dibaiat Gafatar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahful M. Tumanurung, Ketua Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Gafatar.or.id

    Mahful M. Tumanurung, Ketua Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara). Gafatar.or.id

    TEMPO.CO, Bandung- Kepolisian Daerah Jawa Barat menerima laporan dari masyarakat yang kehilangan keluarganya sejak akhir bulan 2015, yang diduga berkaitan dengan pergerakan kelompok Gerakan Fajar Nusantara atau Gafatar. Kepala Bidang Humas Polda Jabar Komisaris Besar Polisi Sulistyo Pudjo mengatakan laporan orang hilang tersebut dilaporkan oleh Heriyadi Atmajaya, warga Kabupaten Garut ke Polda Jabar.

    Heriyadi melaporkan bahwa istrinya Winarti, 42 tahun, serta dua anaknya, Sri Putri Rahma, 17 tahun, dan Andi Permana 10 tahun, tak diketahui keberadaannya hingga saat ini. "Tadi pagi, sekitar jam sembilan, kami menerima laporan orang hilang. Ada indikasi terkait dengan Gafatar," ucap Pudjo saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Selasa, 12 Januari 2016.

    Berdasarkan keterangan pelapor, Pudjo mengatakan, hilangnya anggota keluarga Heriyadi diketahui sejak tanggal 28 Desember 2015. Saat itu Heryiadi sedang berada di dalan kamar mandi di rumahnya di Garut, pada saat yang bersamaan, isterinya pamitan untuk pergi ke dokter dengan kedua anaknya. "Tapi, sampai saat ini belum pulang," kata dia.

    Terkait keterlibatan isterinya di kelompok Gafatar, Pudjo katakan, hal itu diketahui melalui buku catatan harian isterinya. Di dalam buku harian tersebut tertulis isterinya telah dibaiat oleh kelompok Gafatar. "Diduga hilangnya isteri dan kedua anaknya diakibatkan baiat Gafatar," ujar dia.

    Dengan adanya laporan tersebut, Pudjo mengatakan, polisi akan langsung menangani kasus itu. Polisi telah memproses laporan tersebut dengan mengumpulkan sejumlah keterangan dari pihak keluarga. "Kami masih meminta keterangan dari suaminya (pelapor)," ujar Pudjo.

    Ia mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi secara lintas wilayah dengan Polda lain, termasuk Mabes Polri.

    IQBAL T. LAZUARDI S


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.