Ada MEA, Ini yang Akan Dilakukan BPOM  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) memeriksa makanan dan minuman dalam parsel saat menggelar razia di kawasan Cikini, Jakarta, 23 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Petugas Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) memeriksa makanan dan minuman dalam parsel saat menggelar razia di kawasan Cikini, Jakarta, 23 Juli 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memastikan tak akan mengendorkan pengawasan obat dan makanan ilegal kendati ada program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). BPOM akan mengusahakan produk dengan harga terjangkau, namun tetap terjamin aman. “Kapasitas produksi berubah, otomatis bentuk pengawasan kami pun berubah," ujar BPOM, Roy Sparringa di gedung A BPOM, Jakarta, Selasa, 12 Januari 2016.

    Roy menjelaskan, untuk persiapan MEA 2016, BPOM akan berfokus untuk mendorong kesiapan daya saing produk obat dalam negeri. "Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga kami kuatkan agar bisa bersaing ke pasar global."

    Lebih jauh, kata Roy, perubahan kapasitas produksi nantinya mencakup peningkatan jumlah ketersediaan produk, volume edar, maupun mutunya. "Meski banyak aspek berubah dari waktu ke waktu, harus ada konsistensi mutu. Mutu tak boleh menurun."

    Untuk pemberdayaan masyarakat, BPOM mengusahakan partisipasi masyarakat. "Masyarakat adalah mitra dan pengawasan dan penciptaan produk obat dan pangan," kata Roy. Untuk itu, BPOM memberikan akses info yang cepat, salah satunya melalui aplikasi android yang mudah diunduh. "Sekarang BPOM punya aplikasi khusus untuk menguji keabsahan produk, akses info obat, dan akses cek gizi pada jajanan anak sekolah.”

    Penggunaan aplikasi tersebut adalah pemberian informasi secara tak langsung. Untuk yang langsung, kata Roy, BPOM tetap rutin mengadakan kampanye kesehatan, penyuluhan seputar kualitas produk obat dan pangan terkini, serta jumpa pers dengan media. "Jumpa pers media bisa terkait temuan obat ilegal atau ketersediaan informasi baru yang perlu diketahui masyarakat."

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.