Ini Alasan Johan Budi Terima Tawaran Jokowi Jadi Jubir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Johan Budi Sapto Pribowo (kiri) usai berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Johan Budi juga pernah menjadi Jubir KPK pada masa 2006-2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Johan Budi Sapto Pribowo (kiri) usai berdiskusi di Istana Merdeka, Jakarta, 12 Januari 2016. Johan Budi juga pernah menjadi Jubir KPK pada masa 2006-2014. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo, siang ini, mengumumkan pengangkatan Johan Budi Sapto Prabowo sebagai staf khusus Presiden bidang komunikasi. Setelah diumumkan, Johan menyampaikan alasan ia menerima tawaran Presiden untuk menjadi staf khusus.

    "Saya diminta beberapa waktu yang lalu melalui Pak Teten untuk membantu. Setelah bertemu dengan beliau, akhirnya saya memutuskan membantu biar saya ada kontribusi yang nyata," katanya di Istana Merdeka, Selasa, 12 Januari 2016. 

    Selain itu, Johan menilai pengalamannya selama ini sesuai dengan penunjukannya sebagai staf khusus bidang komunikasi. Menurut dia, pengalaman 12 tahun sebagai wartawan dan 10 tahun sebagai juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi berkaitan dengan penyampaian informasi kepada publik. "Menurut saya, pengalaman saya bisa berguna untuk pemerintahan sekarang atau untuk Bapak Presiden," ujarnya.

    Presiden, siang ini, mengumumkan pengangkatan Johan Budi sebagai staf khusus Presiden bidang komunikasi. Pengumuman itu disampaikan Jokowi di Istana Merdeka. Saat pengumuman, Jokowi didampingi Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, anggota Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayana, serta Johan Budi. 

    ANANDA TERESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.