Gafatar Dianggap Radikal, Soekarwo: Ajari Toleransi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • inforum.com

    inforum.com

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo melarang masyarakat menjauhi para pengikut Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Para pemuka agama disarankan tidak membenci mereka.

    "Justru pengikutnya harus dibina," kata Pakde Karwo, sapaan Soekarwo, kepada Tempo di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 12 Januari 2016.

    Adanya gerakan Gafatar yang dianggap radikal dapat dijadikan sebagai wadah baru dalam berdakwah bagi para pemuka agama. "Mereka harus diajari toleransi beragama," kata Soekarwo.

    Soekarwo sebetulnya menolak stigma Gafatar sebagai gerakan radikal. Menurut dia, penentuan suatu kelompok sebagai gerakan radikal atau organisasi masyarakat harus melalui kajian mendalam. "Harus dikaji, tidak bisa langsung dituduh sebagai gerakan radikal."

    Untuk mengantisipasi keberadaan gerakan radikal di Jawa Timur, Pemerintah Provinsi mendorong lembaga keagamaan untuk berperan membina masyarakat. Pembinaan bertujuan mencegah masyarakat ikut gerakan radikal dan kembali ke ajaran agama yang dianut. "Kami mendorong lembaga-lembaga agama Islam, Kristen, Hindu, Budha membina," ujar Soekarwo.

    Seperti diketahui, di beberapa daerah makin banyak diketahui orang-orang yang menghilang dan ternyata merupakan pengikut Gafatar. Salah satunya adalah Erri Indra Kautsar, 19, mahasiswa semester V Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, menghilang dari rumahnya sejak 17 Agustus 2015.

    Suharijono, ayah Erri, mengetahui putranya bergabung dengan Gafatar sejak awal kuliah. Erri keluar dijemput oleh seorang temannya, yang juga anggota Gafatar, Bisma Permana. Saat itu, Erri menenteng ransel dan membawa kardus.

    EDWIN FAJERIAL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.