Kepolisian Jawa Timur Imbau Warga Tak Ikut Gafatar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id

    Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). gafatar.or.id

    TEMPO.CO, Surabaya - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Anton Setiadji mengatakan pihaknya mengantisipasi adanya orang hilang yang diduga bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Dia meminta masyarakat berhati-hati karena organisasi tersebut diduga merupakan gerakan radikal.

    "Lewat media, saya sampaikan masyarakat tidak ikut-ikutan," kata Anton ketika ditemui di kantornya, Selasa, 12 Januari 2016.

    Terkait dengan bentuk antisipasi, Anton masih merahasiakan. Menurut dia, yang terpenting masyarakat tidak resah dengan adanya gerakan ini. "Antisipasi dilakukan agar tidak menyebar luas," ujar Anton.  Menurut dia, Jawa Timur termasuk daerah yang tidak terlalu rawan adanya gerakan itu.

    Kepolisian Jawa Timur, kata dia, belum mendapatkan laporan tentang Gafatar. Namun Anton membenarkan telah menerima laporan adanya orang hilang yang diduga terlibat Gafatar. "Kami masih melakukan penyelidikan. Tapi kan belum bisa dikatakan berkaitan dengan Gafatar atau tidak," ujarnya.

    Dari informasi yang beredar, seorang mahasiswa bernama Eri Indra Kausar telah meninggalkan rumahnya di Jalan Suripto Nomor 26, Kenjeran, Surabaya, sejak 4 bulan lalu. Dia sempat memberi kabar melalui pesan singkat kepada keluarganya.

    SITI JIHAN SYAHFAUZIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.