Dinilai Gagal Benahi Birokrasi, Menteri Yuddy Didesak Mundur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.COJakarta - Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Osmar Tanjung mendesak Menteri Pemberdayaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mundur dari jabatannya.

    Menurut dia, Yuddy gagal melaksanakan reformasi birokrasi yang merupakan salah program utama Nawa Cita, yang diusung pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

    “Tujuan utama KemenPAN-RB adalah implementasi Nawa Cita, yaitu mereformasi birokrasi di pemerintahan pusat sampai daerah. Namun Yuddy selama ini tidak menjalankan apa yang menjadi tugas kementeriannya,” kata Osmar kepada Tempo, Selasa, 12 Januari 2016.

    Menurut dia, meskipun pemerintahan Jokowi-JK baru berjalan satu tahun, dia belum melihat adanya perubahan dalam program reformasi birokrasi. Salah satu contohnya masalah serapan anggaran yang rendah dan perilaku koruptif karena sistem birokrasi yang masih menggunakan pola lama.

    “Sebaiknya Yuddy mundur saja, itu lebih elegan dan menggambarkan revolusi mental. Karena selama ini dia tidak bekerja untuk Jokowi, apa yang dia lakukan banyak bertentangan dengan program pemerintah,” katanya.

    Selain itu, langkah Yuddy yang mengundang Darmawan Sepriyosa untuk mengisi pelatihan menulis di KemenPAN-RB juga sangat tidak sensitif. Menurut dia, Darmawan adalah salah seorang haters Jokowi saat pilpres melalui Obor Rakyat.

    "Memangnya hanya Darmawan yang capable mengisi acara latihan menulis di Kementerian PAN-RB? Mungkin Yuddy berkawan lama dengan Darmawan, sah-sah saja jika mereka bersahabat. Tapi kalau kayak gini kan berarti Yuddy enggak sensitif sama Jokowi," ujar Osmar.

    ARIEF HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.