Kecurigaan Suami Dokter Rica kepada Orang Ini Jadi Petunjuk

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dokter Rica Tri Handayani. (Istimewa)

    Dokter Rica Tri Handayani. (Istimewa)

    TEMPO.COSleman - Dokter cantik Rica Tri Handayani dan anaknya, Zafran Ali Wicaksono, akhirnya ditemukan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Tak hanya dokter Rica, polisi juga menemukan sejumlah orang hilang yang ternyata ikut eksodus organisasi bernama Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

    SIMAK: Dokter Rica Ditemukan, Siapa Pembawanya?

    Mereka dibawa Eko Purnomo, 30 tahun, dan Veni Ori Nanda, 27 tahun. Dua orang ini, menurut Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta Brigadir Jenderal Erwin Triwanto, dinyatakan sebagai calon tersangka. "Dua calon tersangka sebagai perekrut," kata Erwin Triwanto, Senin, 11 Januari 2016.

    Eko dan Veni inilah yang membawa dokter Rica dan anaknya saat meninggalkan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 30 Desember 2015. Keduanya adalah pasangan suami-istri. Veni merupakan sepupu dokter Rica. Polisi masih menyatakan pasangan suami-istri itu sebagai calon tersangka karena masih dalam penyelidikan. Dari keterangan polisi, keduanya masih irit bicara. Saat ditanya soal organisasi itu, mereka menjawab dengan jawaban yang tidak ada korelasinya. 

    Penetapan calon tersangka ini berawal dari kecurigaan Aditya Akbar Wicaksono, suami dokter Rica Tri Handayani. Aditya melaporkan Eko dan Veni ke polisi pada 5 Januari 2016. Aditya merasa ada yang tak beres dengan perilaku istrinya sejak dijemput oleh Eko dan Veni dengan mobil Avanza Veloz Putih AB-1711 di rumah Arif Rachman Hakim dan Cicih Wahyu, kakak ipar dokter Rica, di Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, pada 30 Desember 2015 pukul 10.30. Dokter Rica pamit kepada Suyanti, pembantu di rumah Arif, dan mengatakan ia akan ke rumah suaminya, tapi tak ada kabar setelah itu. 

    Suyanti melihat dokter Rica pergi. Saat itu, menurut Suyanti, kedua majikannya sedang bekerja hingga malam hari. 

    Di rumah kerabatnya itu, dokter Rica meninggalkan surat berisi pesan kepada keluarganya. Ia ingin berjuang di jalan Allah karena melihat situasi saat ini bahwa penganut agama Islam sudah melenceng secara akidah.

    Aditya, yang masih menempuh studi dokter spesialis ortopedi dan sehari-hari ada di Rumah Sakit Umum Sardjito Yogyakarta, lalu melaporkan Eko dan Veni ke polisi. Polisi lalu menelusuri jejak mereka. 

    MUH SYAIFULLAH


    Dokter Cantik yang Sempat Hilang Itu Tiba di... oleh tempovideochannel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?