Angka Kemiskinan di Bali Naik Meski 41 Persen Turis Berkunjung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    Turis asing beradu cepat dengan pedagang saat lomba balap gerobak sampah dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-70 di Pantai Kuta, Bali, 17 Agustus 2015. Lomba ini digagas oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dan petugas kebersihan Pantai Kuta. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Angka kemiskinan di Bali sepanjang tahun lalu melonjak. Pada Maret angkanya masih 4,47 persen, lalu naik menjadi 5,25 persen pada September 2015. 

    "Penyebabnya diperkirakan karena jumlah pengangguran yang melonjak, yaitu sebesar 1,37 persen pada Maret menjadi 1,99 persen pada September 2015," kata Kepala Badan Pusat Statistik Nasional (BPS) wilayah Bali Panusuan Siregar pada paparan tentang Potret Perkembangan Indikator Makro Pembangunan Bali di Denpasar, Senin, 11 Januari 2016.

    Penyebab lainnya adalah turunnya jumlah pelaku usaha di sektor pertanian dan industri. Padahal, sektor ini merupakan sektor yang paling mudah digeluti.

    Siregar menambahkan tingkat kesejahteraan petani yang menurun membuat sektor ini menjadi kurang diminati lagi, terutama oleh anak muda. Namun Siregar mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bali dalam mengatasi kesenjangan sosial. 

    Pada 2015, Indeks Kesenjangan Sosial di Bali hanya 0,98 persen dan merupakan terendah tingkat nasional. “Saya yakin ini berkat program-program yang Bapak Gubernur gelontorkan sehingga mampu dirasakan masyarakat luas,” katanya. 

    Saat ini Bali menduduki peringkat sepuluh dengan tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,17 persen, di atas rata-rata nasional yang hanya sebesar 4,17 persen. Inflasi di Bali juga terendah tingkat nasional, bahkan dalam kurun 20 tahun terakhir ini. Inflasi di Bali cukup terkendali pada angka 2,57 persen di bawah nasional sebesar 3,35 persen. 

    Siregar menyarankan pemerintah daerah terus mengawal laju inflasi dengan memasok banyak kebutuhan pokok karena bulan depan akan menyambut Hari Raya Galungan dan Imlek.

    BPS juga menyorot tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Bali menjadi penyumbang devisa terbesar di Indonesia dengan tingkat kunjungan wisman mencapai 41 persen di seluruh Indonesia. 

    Namun pada Februari sampai Maret ada kecenderungan turun, sehingga diharapkan ada langkah nyata pemerintah untuk menarik lebih banyak minat wisman di bulan-bulan tersebut.

    Gubernur Bali Made Mangku Pastika menegaskan pada 2016 seluruh SKPD harus 'keroyokan' fokus menanggulangi kemiskinan.

    Ia menyampaikan keprihatinannya karena Bali tergeser dari posisi nomor 2 menjadi nomor 4 dengan tingkat kemiskinan paling rendah di Indonesia. Posisi pertama masih diduduki oleh DKI Jakarta, sedangkan posisi kedua dan ketiga disusul Kalimantan Selatan dan Bangka Belitung. 

    ROFIQI HASAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.