Nurdin Halidl: Tak Ada Munas Golkar Lagi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelaksana Tugas Harian (PLH) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar di Sanur, Denpasar, 4 Januari 2016. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pelaksana Tugas Harian (PLH) Ketua Umum DPP Partai Golkar, Nurdin Halid (kiri) berbincang dengan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto dalam Rapat Konsultasi Nasional Partai Golkar di Sanur, Denpasar, 4 Januari 2016. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Padang- Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya versi Munas Bali, Nurdin Halid menyatakan, musyawarah nasional tidak akan dilakukan. Sebab, sesuai dengan aturan hukum, kepengurusan yang sah itu hasil Munas Bali.

    "Tak akan ada Munas lagi," ujar Nurdin usah membuka musyawarah daerah Partai Golkar Sumatera Barat di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin 11 Januari 2016. Nurdin mengatakan, Munas bisa digelar oleh kepengurusan yang dipimpin Aburizal Bakrie sebagai ketua umum dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham, serta permintaan dari dua pertiga DPD I se-Indonesia.

    Tapi, kata Nurdin, dalam rapat kerja nasional Partai Golkar di Bali, DPD 1 Partai Golkar menyatakan tidak bakal menyelenggarakan Munas. Sehingga dipastikan Munas tidak bakal diselenggarakan.
    "Sekarang yang meminta Munas itu (orang-orang) yang tak berwenang," ujarnya.

    Nurdin mengatakan, secara hukum, kepengurusan Partai Golkar yang sah itu adalah kepengurusan di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie.  Menurutnya, Munas Riau sudah berakhir diselenggarkaannya Munas Bali pada Desember 2015.  Sehingga, tak ada kekosongan kepengurusan setelah pencabutan surat keputusan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia tentang pencabutan kepengurusan Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono.

    Apalagi, kata Nurdin, Mahkamah Agung telah menerima kasasi yang diajukan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie beberapa waktu lalu. Keputusan MA ini, kata dia, justru menguatkan putusan dari Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, yang berarti melemahkan posisi Golkar versi Agung Laksono dari hasil Munas Ancol. MA mengembalikan kepengurusan Golkar ke hasil Munas Riau pada 2009.

    "SK (Kemenkum HAM) hanya administratif. Putusan pengadilan lebih tinggi. Sama dengan UU. Kita ikuti yang mana, di bawah UU atau UU," ujarnya.

    Nudin menyayangkan Agung Laksono dan kawan-kawan masih melakukan trik pribadi untuk mengambil langkah posisi partai. Ia meminta orang-orang yang tidak mengakui hasil Munas Bali kembali ke jalan yang benar. Musababnya, Munas Bali sudah sesuai dengan AD-ART partai.

    Sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mencabut surat keputusan kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol kubu Agung Laksono. Mahkamah Agung mengembalikan kepengurusan Golkar ke hasil Munas Riau. Yasonna berujar, sesuai dengan putusan Mahkamah Agung pula, tak ada perintah mengesahkan kepengurusan hasil Munas Bali kubu Aburizal Bakrie.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.