Relawan Jokowi Ingin Soekarno Dapat Gelar Bapak Bangsa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Indonesia, Soekarno berbicara pada Konferensi Asia Afrika di Bandung (KAA), 1955. Lisa Larsen/The LIFE Picture Collection/Getty Images

    Presiden Indonesia, Soekarno berbicara pada Konferensi Asia Afrika di Bandung (KAA), 1955. Lisa Larsen/The LIFE Picture Collection/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) menginginkan Presiden Pertama Indonesia Soekarno mendapat gelar “Bapak Bangsa”. BaraJP minta hal tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berlangsung pada 10-12 Januari 2016.

    “Sebagai partai yang menghargai sejarah dan kepahlawanan, sudah seharusnya PDI-P membahas dan mengusulkan gelar Bapak Bangsa bagi Soekarno,” ujar Ketua Umum BaraJP Sihol Manullang di Jakarta, Senin, 11 Januari 2016.

    Apabila PDI-P menyadari sejarah dan menghargai jasa pahlawan, maka sudah sepatutnya partai yang berlogo moncong putih tersebut tidak ragu mengusulkan gelar itu kepada pemerintah.

    “Ini tugas sejarah, bukan karena Megawati Soekarnoputri adalah anak Soekarno. Tidak ada kaitan dengan kesejarahan PDI-P yang masih dialiri Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan oleh Soekarno,” kata dia.

    Sihol menuturkan, lahirnya BaraJP adalah bagian dari upaya melestarikan dan menerapkan pemikiran Soekarno. Dia mengatakan, tempat lahir BaraJP di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Bandung 15 Juni 2013, merupakan kesengajaan dan bukan kebetulan.

    Para aktivis yang menggagas BaraJP memilih GIM adalah karena Soekarno pernah diadili di sana pada tahun 1930, dengan pledoi Indonesia Menggugat. “Tanpa malu-malu harus kami akui, BaraJP memang Soekarnois,” ucap Sihol, yang juga anggota Dewan Pakar Persatuan Alumni, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

    PDI Perjuangan, menurut Sihol, juga perlu mempelajari kembali produk-produk Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memojokkan Sooekarno. “Gelar Pahlawan Nasional tidak cukup buat Soekarno, harus lebih tinggi dari itu,” kata dia.

    BAGUS PRASETIYO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.