Petani Tewas Dilempar Bondet Tepat di Wajah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    ilustrasi pembunuhan. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Lumajang - Kematian seorang petani menggegerkan Desa Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu pagi, 10 Januari 2016. Jumadi, nama petani itu, tergeletak di tengah jalan dengan wajah hancur.

    Jumadi diduga dilempar bondet alias bom ikan di Jalan Raya Karang Krajan, Desa Banyuputih Kidul. Pelemparan atau serangan terjadi di tengah perjalanannya untuk membajak sawah. Awalnya Jumadi keluar rumah sekitar pukul 05.20 WIB. Dia dibonceng oleh Misri, 45 tahun yang masih tetangga korban di desa setempat.

    Pada pukul 05.30 WIB, di tengah perjalanan, korban dihadang oleh dua orang yang juga mengendarai sepeda motor. Mereka melempar bondet sebanyak dua kali yang menyebabkan wajah Jumadi hancur. Tangan kanan korban juga luka. Dia tewas di lokasi kejadian sementara Misri selamat dari lemparan bondet itu.

    "Diduga sasaran pelaku adalah Misri," kata seorang warga. Informasi di lapangan menyebutkan, satu bondet dilempar dan kemudian mengenai Jumadi yang langsung terjatuh. Pelaku pelemparan lalu mengejar Misri yang berusaha untuk lari lantaran menjadi sasaran berikutnya. Bondet yang kedua yang dilemparkan pelaku kepada Misri tidak mengenai sasaran.

    Mengetahui korbannya selamat, pelaku langsung kabur. "Lokasi kejadian itu sebenarnya tidak sepi," kata seorang warga ini. Kejadian ini kemudian langsung dilaporkan ke Polres Lumajang. Tak lama kemudian polisi dari Polsek Jatiroto dan Polres Lumajang langsung melakukan identifikasi di tempat kejadian. Jumadi kemudian dibawa ke RSU dr Haryoto untuk dilakukan otopsi.

    Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Lumajang, Ajun Komisaris Tinton Yudha Priambodo, mengatakan, polisi sudah mengenali pelaku pelemparan bondet ini. "Pelaku masih dalam pengejaran," kata Tinton sambil menambahkan, polisi masih menyelidiki lebih lanjut.

    DAVID PRIYASIDHARTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.