Ayah Kevin, Pemuda Sleman yang Hilang, Pengurus Gafatar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ahmad Kevin Aprilio (16), pemuda Sleman yang dinyatakan hilang bersama ayahnya ikut Gerakan Fajar Nusantara. facebook.com

    Ahmad Kevin Aprilio (16), pemuda Sleman yang dinyatakan hilang bersama ayahnya ikut Gerakan Fajar Nusantara. facebook.com

    TEMPO.CO, Sleman - Ahmad Kevin, 16 tahun, dikabarkan hilang ikut hijrah Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Keluarga Kevin kini meyakini, ia ikut organisasi itu karena ayahnya, Sanggar Yamin, merupakan salah satu pengurus Gafatar.

    Bahkan saat usia sekolah menengah pertama, Kevin mengikuti home schooling di Sekolah Berbasis Rumah Gafatar di Sleman.

    "Saat itu ayahnya yang menyarankan home schooling Gafatar, tidak masuk ke sekolah umum. Tidak ada yang aneh saat itu," kata nenek Kevin, Maria Restubun, 65 tahun, saat ditemui di rumahnya, di Jetis RT 1/RW1, Sinduadi, Mlati, Sleman, Minggu, 10 Januari 2016.

    Sanggar yang sudah bercerai dengan ibunda Kevin, Olivia Sandra Yunita, 39 tahun, pada 2008, sejak ada Gafatar di Yogyakarta sudah aktif ikut. Sanggar sebelumnya bekerja sebagai salah satu manager di sebuah kafe di kawasan Malioboro, tapi kemudian tidak bekerja lagi di kafe itu dengan alasan sudah tutup.

    Kini, dugaan Kevin dan ayahnya, Sanggar, ikut eksodus (hijrah) bersama Gafatar itu diyakini oleh keluarga. Sebab, saat pamit pada 26 November 2015 lalu, mereka akan menjenguk kakek, nenek, dan keluarga di Bima Nusa Tenggara Barat. Namun ternyata, keluarga di sana tidak tahu dan keberadaan mereka justru tidak diketahui keluarga di Bima. Sanggar memang berasal dari Bima.

    Di Yogyakarta dulu memang ada kantor Gafatar dan banyak kegiatan yang dilakukan oleh para anggota organisasi kemasyarakatan itu. Namun saat dilacak, tidak ada lagi kantor yang digunakan.

    Dari informasi yang didapat dari intelijen, organisasi ini perpindah lokasi, yaitu ke Pulau Kalimantan. Bahkan namanya pun berganti menjadi Negara Karunia Tuhan Semesta Alam.

    Dari surat yang ditemukan di kamar Kevin, ia menulis bahwa ia ingin eksodus bersama Gafatar. Namun, ia tidak mengajak ibundanya, Olivia Sandra Yunita.

    Ibunda Kevin, Olivia Sandra Yunita yang bisa dipanggil Nita, sudah melaporkan kehilangan anaknya ke polisi. Ia sangat berharap anaknya kembali ke pelukannya.

    "Kami ingin Kevin kembali ke keluarga besar kami," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.