Rakernas PDIP: Jokowi Lupa Sapa Ahok dan JK, Peserta Heboh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Jokowi sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 5 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ekspresi Presiden Jokowi sebelum memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, 5 Januari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Entah lupa atau disengaja, Presiden Joko Widodo sempat lupa menyapa beberapa tokoh nasional yang hadir dalam acara Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hari ini, Minggu 10 Januari 2016. Jokowi didaulat untuk menyampaikan sambutan pembukaan acara tersebut.

    "Yang terhormat Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri," kata Jokowi di Jakarta International Expo, Jakarta. Selain Megawati, beberapa nama juga disapanya sebelum menyampaikan pidato. "Juga yang terhormat bapak mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mohon maaf saya hampir lupa," ujarnya.

    Para kader pun tertawa sambil bertepuk tangan. Selain bertepuk tangan, terdengar juga teriakan kader yang menyebut nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. "Pak Ahok belum disapa juga, Pak," ujar mereka. "Oh iya, kawan baik saya yang saya hormati, bapak Ahok," tawa hadirin kembali pecah.

    Para peserta Rakernas kembali dibuat tertawa saat Jokowi menyapa Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga hadir dalam acara tersebut. "Ini juga kalau lupa nanti dimarahi. Pak Jusuf Kalla, partner saya setiap hari," ujar Jokowi yang kembali diiringi tepuk tangan meriah para kader PDIP.

    Dalam pidatonya, Jokowi salah satunya mengapresiasi PDIP yang dianggap konsisten mempertahankan ideologinya. ‎Hal itu, menurut dia, bisa dicapai karena kerja keras Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

    Selain nama yang disebut Jokowi tersebut, pembukaan Rakernas juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Kerja, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

    FAIZ NASHRILLAH‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.