Nama Fadli Zon Disebut Megawati, Peserta Rakernas PDIP Riuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Fadli Zon dalam jumpa pers terkait pertemuan dengan Donald Trump di Senayan, Jakarta, 14 September 2015. Fadli dan rombongan yang bertemu Trump mengaku tak masalah pertemuan tersebut bakal diusut Mahkamah Kehormatan DPR. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ada yang menarik dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, yakni saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mau membacakan pidatonya dalam rapat yang berlangsung Ahad-Selasa, 10-12 Januari 2016, tersebut.

    Setelah tiba di panggung acara, Megawati memperkenalkan tamu undangan yang hadir dalam rapat. Pertama, Megawati menyambut Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Zulkifli Hasan. Para peserta yang semuanya menggunakan jas itu langsung memberikan tepuk tangan.

    Setelah para peserta selesai bertepuk tangan, Megawati memperkenalkan pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat yang hadir, yakni pelaksana tugas Ketua DPR Fadli Zon. Namun Fadli mendapat sorakan dari peserta. "Wooo...," bunyi suara peserta yang menggema di Hall D Jakarta International Expo, Kemayoran, tempat Rakernas PDIP berlangsung. Fadli hanya tersenyum mendapat sorakan itu.

    Setelah itu, Megawati memperkenalkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat. Begitu Megawati menyebut nama Ahok, para peserta memberikan tepuk tangan meriah. Ahok pun tampak berdiri dan tersenyum.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.