Kader PKS Minta Fahri Hamzah Dicopot Dari Wakil Ketua DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Tim Pengawas Haji DPR Fahri Hamzah (kiri) bersama Ketua DPR Setya Novanto (tengah) dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dalam jumpa pers terkait pelaksanaan Ibadah Haji pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 September 2015. Dalam keterangannya pimpinan DPR memaparkan pelaksaan Ibadah tersebut berdasarkan undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi serta berbagi cerita mengenai insiden Mina dan upaya-upaya yang mereka lakukan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Tim Pengawas Haji DPR Fahri Hamzah (kiri) bersama Ketua DPR Setya Novanto (tengah) dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon (kanan) dalam jumpa pers terkait pelaksanaan Ibadah Haji pimpinan DPR di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 30 September 2015. Dalam keterangannya pimpinan DPR memaparkan pelaksaan Ibadah tersebut berdasarkan undangan resmi dari Kerajaan Arab Saudi serta berbagi cerita mengenai insiden Mina dan upaya-upaya yang mereka lakukan. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, membenarkan informasi terkait adanya protes dari kader partai terhadap sikap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Fahri Hamzah. Menurut dia, Fahri dianggap terlalu berpihak kepada mantan Ketua DPR, Setya Novanto, saat kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden terkait kontrak PT Freeport Indonesia.

    "Saya tak bicara siapanya, tapi kalau terjadi protes dari kader, ya itu terjadi," kata Mardani, saat ditemui di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 9 Januari 2016. Menurut dia, sebagian kader bahkan mengininkan Fahri dicopot dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR.

    Mardani mengatakan, jika memang terjadi protes, tiap kader bisa mengutarakannya ke Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) partai. BPDO menerima tiap keluhan atau protes yang masuk secara terbuka, bahkan tanpa nama pengirim sekalipun. "Nanti biasanya ada pemanggilan, fact finding, baru ada putusannya," katanya.

    Dia mengaku tak tahu secara persis seberapa banyak kader yang sudah melayangkan protes pada BPDO. Namun yang jelas, kata dia, sudah ada komunikasi antaranya dirinya dengan Fahri. "Kami juga menerapkan prinsip cover both side. Kami mau klarifikasikan ini ke Fahri," katanya.

    Setelah kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Setya Novanto, beredar kabar jika PKS akan mencopot Fahri Hamzah karena dianggap terlalu membela bekas Ketua DPR tersebut. Sebelumnya, Fahri tak membantah ihwal adanya kabar itu. Dia mengaku siap mundur jika memang sudah menjadi keputusan partai.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.