Kisah Bocah SD Urus Sendiri Ibunya Yang Kena Gangguan Jiwa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak SD. Tempo/Budi Yanto

    Ilustrasi anak SD. Tempo/Budi Yanto

    TEMPO.CO, Tasikmalaya - Ai Eka Citra Lestari, 11 tahun, harus mengurus adiknya, Intan Nuraeni, 7 tahun dan ibunya, Dedeh Kurniasih, 48 tahun, yang menderita gangguan jiwa sejak tujuh tahun lalu. Bocah yang duduk di kelas 6 SD Kurnia Bakti, Ciawi, Tasikmalaya ini mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dan kebutuhan makan adik dan ibunya sendirian.

    Dia memang tak hidup sebatang kara. Tapi, ayah kandungnya memilih tinggal bersama istri muda. Sedangkan kedua kakaknya bekerja di luar kota. Saban pagi, Ai harus membereskan semua pekerjaan rumah dan menyiapkan kebutuhan adiknya yang masih duduk di kelas satu SD.

    Meskipun harus mengerjakan semuanya sendiri, Ai tetap bertekad untuk sekolah. "Saya ingin jadi dokter agar bisa mengobati ibu," katanya saat ditemui di sekolahnya, SD Kurnia Bakti, Ciawi, Tasikmalaya, Sabtu 9 Januari 2015.

    Jika pulang sekolah, Ai tidak bermain seperti teman-teman seusianya. Dia dan adiknya bergegas pulang ke rumahnya di Desa Kurniabakti, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya yang berjarak 2 kilometer dari sekolah. Mereka harus segera pulang untuk mengurus ibunya yang dikunci di kamar rumahnya.

    Untuk kebutuhan hidup sehari-hari, Ai mengandalkan dari ayah dan kakaknya. Namun, karena ayahnya sudah tua dan sakit-sakitan, terkadang dia dibantu tetangga yang merasa iba.

    Beberapa tetangga yang kasihan pernah menawari adik-kakak ini tinggal di rumah mereka. Namun Ai menolak karena tidak mau meninggalkan ibunya.
    "Sejak ibunya sakit, Ai jadi pendiam," kata Atikah, salah seorang tetangga Ai. Dia berharap pemerintah daerah bisa membantu keluarga ini.

    Ai saat ini mengaku bingung karena sebentar lagi akan masuk ke Sekolah Menengah Pertama. Dia tidak tahu dari mana memperoleh biaya untuk melanjutkan pendidikan demi menggapai cita-citanya menjadi seorang dokter.

    Kurniasih, guru Ai di sekolah, mengatakan muridnya itu selalu bersemangat. Menurut dia, Ai tidak pernah kesiangan datang ke sekolah. Menurut dia, prestasi Ai juga cukup bagus di sekolah. "Jarang bicara kalau tidak ditanya. Tapi prestasinya cukup baik," katanya.

    CANDRA NUGRAHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.