Tweet Jokowi soal Reshuffle Dinilai Tanda Ketegasan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato dalam pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP21), Paris, Prancis, 30 November 2015. dok. biro pers dan media istana

    Presiden Joko Widodo saat memberikan pidato dalam pertemuan KTT Perubahan Iklim (COP21), Paris, Prancis, 30 November 2015. dok. biro pers dan media istana

    TEMPO.CO, Jakarta - Penegasan Presiden Joko Widodo melalui twitter, Jumat 8 Januari 2016 dinilai sebagai tanda ketegasan Presiden soal batasan hak prerogatifnya sebagai kepala pemerintahan.

    "Jokowi tak mau didikte dalam urusan mengganti menteri," kata pengamat politik dari Charta Politika, Yunarto Wijaya, Jumat 8 Januari 2016. "Saya menangkap ini tanda bahwa reshuffle akan lebih mengenyampingkan kepentingan pihak ketiga," kata Yunarto.

    Dia lalu membandingkan sikap ini dengan masa ketika Jokowi membentuk kabinet untuk pertama kalinya akhir 2014 lalu. Ketika itu, tekanan dari semua pihak membuat Jokowi harus berkompromi.  "Dalam pembentukan  kabinet, sangat wajar jika tahun awal banyak terjadi kosnsolidasi politik," katanya.

    Namun tahun-tahun selanjutnya, kata Yunarto, Presiden Jokowi mulai menunjukkan kontrol ada di tangannya. "Reshuffle kali ini  beda dengan pembentukan kabinet (dulu--), di mana ada unsur kompromi dengan partai," kata Yunarto.

    Presiden Joko Widodo lewat akun twitternya @jokowi menegaskan, "Saya harap kita semua bekerja saja dengan baik. Urusan angkat dan ganti menteri biar jadi urusan saya."

    EGI ADYATAMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.