Desa di Purwakarta Akan Jadi Model untuk Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membawa kotak surat suara di Waduk Jatiluhur menuju TPS yang terisolir di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kelurahan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa 8 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Warga membawa kotak surat suara di Waduk Jatiluhur menuju TPS yang terisolir di Desa Ciririp, Kecamatan Sukasari, Kelurahan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa 8 Juli 2014. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Purwakarta - Program pembangunan pro-pedesaan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, akan menjadi percontohan model pembangunan desa di Indonesia. "Purwakarta, sudah sukses membangun desa, kulturnya terjaga, infrastrukturnya sudah baik, cocok untuk menjadi contoh daerah lain di Indonesia," kata Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Marwan Jaf'ar, saat melakukan kunjungan kerja ke Purwakarta, Kamis, 7 Januari 2016.

    Menurut penilaian Marwan Ja'far, Pemerintah Kabupaten Purwakarta harus mendapatkan apresiasi dari semua pihak. Ia juga menyebutkan bahwa Purwakarta menjadi kabupaten paling sukses dalam pembangunan infrastruktur.

    "Sangat luar biasa, saya datang ke Purwakarta untuk belajar membangun desa," kata Marwan menjelaskan.

    Menteri Marwan mengungkapkan, keberhasilan lainnya yang menandai pembangunan propedesaan di Purwakarta adalah kebijakan pemerintah kabupaten yang tidak melulu melakukan pembangunan bidang infrastruktur, akan tetapi, sekaligus juga membangun desa berbudaya.

    "Aparat desa dan masyarakatnya diberikan ruang yang cukup buat melaksanakan berbagai program pembangunan terutama menyangkut masalah sosial, lingkungan hidup yang sesuai dengan karakter budaya desa masing-masing," kata Marwan.

    Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mengatakan program pembangunan pro-pedesaan sudah menjadi fokus utama selama masa jabatannya. Dia mencontohkan pembangunan lima desa di Kecamatan Sukasari di seberang Danau Jatiluhur, yang selama 70 tahun terisolir.  

    "Kami bangunkan jalan kabupaten di sana sepanjang 57 kilometer, sehingga warganya kini bisa bergaul dengan dunia luar," kata Dedi.

    Dedi yakin, dalam waktu singkat, kelima desa itu: Desa Kutamanah, Kertamanah, Sukasari, Parung Banteng dan Ciririp, akan mengejar ketertinggalannya dari desa-desa lainnya yang sudah lebih dahulu maju.

    Dedi mengaku sudah memiliki desain pembangunan propedesaan hingga akhir masa jabatannya di 2018. Ia menyatakan masih cukup waktu buat merealisasikan kesetaraan antara pembangunan perkotaan dan pedesaan.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.