Selalu Macet, Tol Cikampek Dinilai Sudah Tak Layak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas saat arus balik Natal di ruas jalan Tol Cikampek, Bekasi, 27 Desember 2015. ANTARA/Risky Andrianto

    Sejumlah kendaraan melintas saat arus balik Natal di ruas jalan Tol Cikampek, Bekasi, 27 Desember 2015. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Karawang - Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang, Teddy Rusfendi Sutisna menilai, saat ini, jalan tol Cikampek sudah tidak bisa menampung jumlah kendaraan dalam waktu-waktu tertentu. Menurut dia, kemacetan selalu terjadi karena ruas jalan tol sepanjang 73 kilometer itu tidak sebanding dengan  jutaan kendaraan yang melintas.

    Jalan tol berusia 27 tahun itu memiliki 3 gerbang tol yakni Karawang Barat, Karawang Timur dan Kalihurip Dawuan Cikampek. Semenjak dioperasikan tahun 1988, jalan tol Jakarta-Cikampek telah merubah beberapa daerah yang dilaluinya seperti Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi, Karawang dan Purwakarta.

    Teddy mencontohkan kemacetan menjelang tahun baru 2016 lalu. Menurut dia, salah satu titik kemacetan adalah KM 66.800 Tol Cikampek. Tempat itu  merupakan titik pertemuan arus Purbaleunyi dan Cikampek dan beberapa titik lainnya di Karawang.

    Ia menilai, penambahan tol-tol baru atau pelebaran jalan tol perlu dilakukan untuk menunjang infrastruktur di Karawang. "Memang harus ada penambahan atau pelebaran tol di Karawang," ucap Teddy.

    Menurut dia, Triliunan investasi setiap tahun terus menuju Karawang. Ia mengatakan, infrastruktut transportasi di Karawang perlu ditambah karena pada tahun 2016, industri properti seperti aparteman, hotel dan perumahan dipastikan akan terus mengalami perkembangan pesat. "Dipastikan di Tahun 2016 investasi properti akan semakin pesat di Karawang, karena itu infrastruktur transportasinya perlu diimbangi," kata dia.

    Teddy menilai, saat ini pembangunan ruas-ruas tol dalam kota perlu dilakukan atau dengan melakukan pelebaran jalan tol sehingga kepadataan kendaraan dapat diantisipasi.  "Diprediksi, pada tahun 2016 ini, puluhan ribu kendaraan dipastikan akan memadati Karawang ditambah dengan lajur urbanisasi," kata dia.

    Diprediksi, ekspatriat perusahaan internasional di Karawang yang tinggal di Jakarta tidak tahan dengan kondisi kemacetan Jakarta. Karawang yang penduduknya padat dan memiliki banyak perusahaan asing di kawasan industri menjadi target pasar yang potensial bagi pengembang properti.

    HISYAM LUTHFIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Erupsi Merapi Dibanding Letusan Raksasa Sejak 7200 Sebelum Masehi

    Merapi pernah meletus dengan kekuatan 4 Volcanic Explosivity Index, pada 26 Oktober 2010. Tapi ada sejumlah gunung lain yang memiliki VEI lebih kuat.